FKUB Sragen Diterima dengan Peluk Hangat Ketua FPI

Sragen – Kesan angker dan sangar itulah yang ada di benak kita apabila kita mendengar Front Pembela Islam (FPI). Namun kesan itu tak terlihat saat rombongan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sragen saat melakukan kunjungan ke markas FPI Sragen di Mojorejo, Jambangan, Karangmalang pada Jumat Sore (17/03). Rombongan FKUB yang terdiri dari H. Moecthingudin, H. Fahrudin dan Petrus Widodo diterima dengan peluk hangat dari ketua FPI Sragen Ustad Ma’la Kunaifi.

Pada kunjungan itu  H. Fahrudin, salah satu anggota FKUB yang juga Kasi PD Pontren Kankemenag Sragen menyampaikan materi tentang PBM No 9 dan 8 tahun 2006. Fahrudin menegaskan bahwa permasalahan pendirian rumah ibadah harus melalui prosedur yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Penyelesaian sengketa rumah ibadat harus diselesaikan melalui dialog dan dilarang melakukan main hakim sendiri dan melakukan tindakan anarkis” jelas Fahrudin.

Selanjutnya, Petrus Widodo menyampaikan materi tentang pendewasaan dan kedewasaan beragama dengan cara berdialog yakni dialog karya, dialog religius, dialog ilmu dan dialog kuliner. Dengan berbagai macam dialog diharapkan pendewasaan dan kedewasaan beragama akan dimiliki oleh setiap warga umat beragama sehingga tujuan kerukunan beragama akan tercapai.

“Kita harus banyak melakukan dialog dan juga dengan berbagai model dialog agar kerukunan yang diidamkan itu tercapai” kata Petrus.

Berikutnya Ustadz Ma’la Kunaifi menyampaikan apresiasi atas kedatangan FKUB ke markas FPI Sragen. FPI Sragen mendukung segenap upaya FKUB untuk menjaga kerukunan umat beragama. Selain itu FPI juga mengharapkan FKUB ikut mendorong usulan Peraturan Daerah tentang Akhlak Mulia yang digagas FPI untuk bisa dijadikan Peraturan Daerah.

“Kami mohon FKUB ikut mendukung kami dalam mengusulkan Peraturan Daerah tentang Akhlak mulia agar bisa dijadikan Peraturan Daerah, hal ini mengingat saat ini sudah terjadi kemerosotan moral di Sragen” pinta Ustadz Ma’la. (yud/ira1-wul).