Focus Group Discussion (FGD) Pati Tentang HOAX Hadirkan Diskominfo Dan Kantor Kemenag

Pati – Bin Polmas Satbinmas Polres Pati adakan Focus Group Discussion (FGD) tentang berita hoax dan radikalisme bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati dan Kantor Kemenag Kabupaten Pati bertempat di Aula Kecamatan Gembong Pati, Rabu ( 31/10/18/).

Sosialisasi dihadiri oleh Babinkamtibmas Pati, Perangkat Desa se Kecamatan Gembong, tokoh masyarakat dan tokoh agama Kecamatan Gembong Pati.

Dalam materinya, R. Adi Prasasto dari Diskominfo menyatakan, “Hoax merupakan informasi yang direkayasa untuk menutup informasi sebenarnya. Dengan kata lain hoax juga bisa diartikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya”, paparnya.

Lebih lanjut dikatakan Adi, untuk mengatasi berita hoax perlu dilakukan deteksi dini hoax yaitu dengan selalu cek alamat URL, cek situs, cek dengan media lainnya, gunakan fact check, siapa penulis dan narasumbernya, dan bagaimana penulisannya. Adapun isu hoax yang paling banyak adalah permasalahan sosial politik, SARA, dan kesehatan, jelasnya.

Diinformasikan Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memfasilitasi antisipasi hoax dengan meluncurkan web, http://data.turnbackhoax.id, yang mulai bulan Januari 2018 telah dilaksanakan melalui pembuatan Ruang Drone 9/CD9.

Sementara tokoh agama mewakili Kemenag Kab. Pati Imam Al Mukromin menyampaikan bahwa dalam agama islam dikenal istilah Tabayyun, yang pengertiannya bahwa kita harus mengecek kebenaran suatu informasi yang diterima dan tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang didapatkan, ujarnya.

Selain itu kemajuan teknologi informasi belakangan ini juga memiliki efek negatif disamping sisi positifnya yang juga besar, untuk itu mari kita tingkatkan pengawasan dimulai dari lingkungan keluarga agar terhindar dari hal-hal yang negatif, tutupnya.

Usai penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, beberapa perwakilan peserta menyampaikan pertanyaan dan juga pendapatnya kepada narasumber dan juga kepada Kapolres Pati yang ditanggapi langsung.

Pada intinya seluruh peserta diskusi sepakat bahwa hoax harus dilawan, karena dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat serta berpotensi merusak kerukunan dan rasa persatuan. (Am/bd)