Futsal Sebagai Media Pembinaan Pada Kerjasama Kemenag-Lapas Cilacap

Cilacap – Dalam rangka peningkatan kualitas kerja sama pembinaan, Kemenag-Lapas Cilacap menggelar pertandingan futsal persahabatan. Tidak seperti hari-hari biasanya, dimana para warga binaan Lapas selalu bertemu dengan para penyuluh. Pada pertandingan futsal, warga binaan bercampur dengan para sipir bersatu dalam sebuah tim. Tim futsal Lapas Cilacap berhadapan dengan tim futsal Kemenag, Jumat (5/10) kembali berlaga di Halaman tengah Lapas Kelas II B Cilacap.

Kakankemenag Kabupaten Cilacap melalui Kasi Bimas Islam, Aziz Muslim, mengatakan bahwa, pembinaan tidak hanya melulu melalui kegiatan keagamaan yang khusus. Pembinaan dapat pula menggunakan media atau sarana lain yang dikemas sedemikian rupa sehingga dapat membawa nilai-nilai pembinaan.

Secara formal, Kemenag Cilacap dengan Lapas Kelas II B telah menjalin kerja sama  yang tertuang dalam sebuah Memorandum Of Understanding (kesepakatan bersama). MoU pembinaan warga Lapas dengan materi pendidikan keagamaan. Kemenag dalam hal ini menggunakan para penyuluh untuk membantu proses pembinaan di Lapas. Karenanya dibuatlah pesantren yang bernama ‘Daarut Taubah wa Tarbiyah’.

“Sudah menjadi bagian dari kegiatan kepenyuluhan. Pertandingan futsal Kemenag melawan Lapas diharapkan menjadi hiburan tersendiri yang menyegarkan warga binaan. Tentunya mereka bisa saja mengalami kejenuhan, sehingga diperlukan teknis tersendiri. Meskipun secara lahiriyah adalah pertandingan olahraga, namun para pemain futsal dapat berinteraksi dengan warga binaan. Sehingga diharapkan dapat menumbuhkan hubungan positif yang dapat membantu pemulihan mereka saat keluar dari Lapas, katanya.

Lebih lanjut diterangkan, bahasa agama dapat digunakan dalam media apapun, termasuk pada kancah olahraga. Sehingga kegiatan pembinaan akan menjadi bervariasi. Dengan begitu, dia berharap efektifitas kegiatan pembinaan akan semakin baik dan lebih berkualitas.

Sementara itu, hasil pertandingan dikatakan, tim Kemenag sejak awal sudah menggebrak. Hingga babak pertama usai, Kemenag masih unggul 8-7. Setelah babak kedua, tim Lapas mengganti hampir seluruh pemainnya. Akhirnya karena kalah jumlah pemain cadangan, Kemenag kehabisan tenaga dan harus mengakui keunggulan 15-13 untuk Lapas Kelas II B Cilacap.(On/bd)