GAFE, Agar Proses Mengajar Produktif

Surakarta – Agar bisa memanfaatkan teknologi informasi, sesuai dengan perkembangan jaman, Google kelas bisa diterapkan untuk pengelolaan tugas, mendorong kolaborasi, dan mengembangkan komunikasi yang lancar. Dengan demikian, proses mengajar menjadi lebih produktif, bermanfaat, dan sesuai dengan yang diharapkan pada keterampilan pendidikan abad XXI, yaitu 4C (berfikir kritis, kreatif, komunikasi dan kolaborasi).

Demikian disampaikan Muchammad Syafii, Kepala MA Al Islam Jamsaren Surakarta, Pada workshop Google Application for Education (GAFE),di  Laboratorium Komputer MA Al Islam, Sabtu (24/11) kemarin.

Workshop ini merupakan kelanjutan dari workshop sebelumnya, Pendidikan di era digital, dan diikuti oleh seluruh guru di MA Al-Islam Jamsaren Surakarta yang dibimbing langsung oleh kepala madrasah, Muchammad Syafii.

Materi yang disampaikan pada kegiatan ini adalah penggunaan google kelas, google formulir dan pembuatan barcode. Disamping itu para guru tersebut dilatih untuk membuat soal dengan cara online.

Pelaksanaan workshop ini, menurut Syafii, selaku pemateri langsung menerapkan google kelas. Para peserta diminta mengikuti kelas yang sudah dibuat kemudian presensi kehadiran, materi dan ppt presentasi bisa diunduh didalamnya. Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta berupa soal online yang sudah dibuat barcode dan URL yang sudah dipendekkan (URL shortener), kemudian dikumpulkan ke dalam google kelas. Dengan demikian, guru/pemateri langsung bisa mengoreksi dan menilai pekerjaan peserta.

“Workshop ini sangat bagus, karena kita bisa mengikuti perkembangan jaman dan tidak ketinggalan dengan yang lain,” ujar Dwi Ningsih,  guru senior yang mengaku tertatih-tatih dalam menggunakan program di usianya yang sudah menginjak 53 tahun.

Meskipun demikian, Ibu Dwi, biasa dipanggil, terus akan berusaha untuk selalu semangat dalam mengikuti perkembangan jaman.

Perlu diketahui, penggunaan google kelas ini sangat efisien dan efektif karena materi dan tugas bisa dilihat menggunakan dawai, laptop maupun PC komputer sehingga menghemat biaya kertas (paperless), dan sesuai dengan program pemerintah yang mencarangkan pendidikan abad 21 menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Dengan adanya Workshop tersebut diharapkan sekolah atau madrasah dapat mengikuti perkembangan jaman terutama di bidang teknologi informasi. (syafi’i-rma/bd)