Galang Dana Bagi Korban Bencana Palu Dan Donggala

Tegal (Slawi)-Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTs Negeri 2 Tegal menggelar aksi galang dana untuk korban gempa bumi dan tsunami di Palu-Donggala dan wilayah lain di Sulawesi Tengah, Kamis (4/10).

Tragedi ini menjadi duka bagi Indonesia. Hingga berita ini ditulis, dilansir dari portal berita detik.com sudah lebih dari 1.407 orang meninggal sudah ditemukan, dan proses evakuasi masih berlangsung hingga detik ini.

Tepat pukul 08.30 WIB, secara terstruktur, sistematis, dan masif, perwakilan dari pengurus OSIS bergerak bergantian dari kelas ke kelas, ruang guru, hingga ruang tata usaha, membawa box bertuliskan “Penggalangan Dana Kemanusiaan Peduli Donggala, Sigi, dan Palu”.

Sementara itu, ditemui di ruang kerjanya selepas menghitung hasil pengumpulan dana, Jamroni selaku pembina OSIS menyatakan bahwa partisipasi penggalangan dana bagi korban bencana ini sesuai dengan surat edaran yang diterima dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal.

“Ya, aksi tersebut digelar sesuai dengan surat edaran dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Nomor: 3476/Kk.11.28/7/HM.00/10/2018 tanggal 3 Oktober 2018 tentang Penggalangan Bantuan Bencana.” ungkap Jamroni kepada Warior.

Dari hasil penggalangan dana tersebut, terkumpul sejumlah Rp 3.730.500,-, dengan rincian dari peserta didik Rp 2.240.500,-, serta dari jajaran guru/pegawai sejumlah Rp 1.490.000,-. Selanjutnya seluruh dana yang terkumpul akan disetorkan ke Kantor Kementerian Agama Kab. Tegal selaku koordinator.

“Artinya penggalangan dana ini nantinya dapat dipertanggungjawabkan karena seluruhnya akan dikumpulkan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Cq. Penyelenggara Syariah.” tambahnya.

Beliau berharap, dengan penggalangan dana dari peserta didik tersebut, dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak dari bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah ini.

“Kita ini semua bersaudara, semoga langkah ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di palu, donggala, sigi, dan wilayah lain di Sulawesi Tengah yang terkena dampak bencana.” tutup Jamroni. (akbarisme/rf)