Gali Pengalaman, KKG MI Karangmoncol Kunjungi MIN 3 Purbalingga

Purbalingga – Pengurus KKG MI Kecamatan Karangmoncol terdiri dari 38 orang guru kelas I dan IV Madrasah Ibtidaiyah didampingi 6 orang mengunjungi MI Negeri 3 Purbalingga di Wirasaba – Bukateja dalam rangka menggali pengalaman implementasi Kurikulum 2013.

Kegiatan yang dilaksanakan Rabu (13/09) ini merupakan kegiatan yang bersifat mandiri. Ketua Pengurus Kelompok Kerja Guru MI Kecamatan Karang moncol, Sudin menjelaskan bahwa inisiatif awal pelaksanaan kegiatan ini muncul dari pengurus KKG MI Kecamatan Karangmoncol  setelah mengetahui pelaksanaan Kurikulum 2013 di MI Negeri 3 Purbalingga.

“Secara mandiri kita bekerja sama dengan rekan-rekan pengurus dan langsung memutuskan keberangkatan rombongan pada hari ini dengan tiga armada bis mikro. Inisiatif kegiatan ini dari kami selaku pengurus, melihat kegelisahan dan keragu-raguan rekan-rekan guru madrasah  di wilayah kami dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013,” ungkap Sudin.

“Kegiatan studi banding ini kami jadwalkan pukul 12.30 dan mudah-mudahan pukul 17.00 sudah selesai,” imbuhnya.

Sementara Kepala MI Negeri 3 Purbalingga, Sudiono menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk berbagi pengalaman karena madrasahnya sudah 1 tahun lebih awal menjalankan Kurikulum 2013.

“Kami menganggap kegiatan ini sebagai bentuk berbagi pengalaman saja. Kami tidak merasa paling mampu, hanya kami sudah mengimplementasikan lebih awal sehingga teman-teman menganggap kami sudah sukses lebih dulu,” jelas Sudiono.

Sudiono juga menambahkan bahwa dalam kegiatan ini peserta dikelompokkan menjadi dua yaitu kelompok kelas I di lantai I dan kelompok Kelas IV di Lantai II . Masing-masing dipandu oleh guru kelas yang sesuai,  dengan Koordinator Guru Kelas I Isti dan Koordinator Guru Kelas IV Khaerin.

Ditegaskan juga karena Pelaksanaan Kurikulum 2013 merupakan amanat dari Kanwil, maka jangan ada satupun guru maupun madrasah yang ragu-ragu dengan penerapan Kurikulum 2013 di madrasah. Berbagai kendala pasti akan dihadapi, tetapi tidak ada yang tidak bisa diselesaikan, semua tentu ada solusinya. Maka komunikasi antar guru, antar kepala madrasah dan antar Madrasah harus terus dikuatkan. Tidak ada kata salah bagi yang baru melaksanakan dengan berbagai kebingungan dan kendala yang dihadapi. Tetapi salah bagi guru yang tidak mau berubah dan tidak mau menerapkan Kurikulum 2013. Dan dengan berjalannya waktu semua yang baru akan menjadi lama dan yang asing akan terasa biasa.

Antusiasme para peserta terlihat dari keseriusan mereka mengikuti kegiatan dan hidupnya suasana sharing di masing-masing ruangan meskipun hanya dipandu oleh sesama guru madrasah. Panasnya cuaca dan waktu yang semakin sore juga tidak menggoyahkan para peserta untuk meninggalkan ruangan kelas masing-masing. Diharapkan selepas kegiatan ini para guru peserta studi banding dapat segera menerapkan pengalaman yang diperoleh di madrasah masing-masing. (sar/gt)