Maryanto menyerahkan masker dan abon kepada peserta pelatihan

Gandeng Baznas, FKPAI Ampel Adakan Pelatihan Budidaya Jahe Kepada Muallaf

AMPEL – Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Ampel bekerjasama dengan Baznas Kabupaten Boyolali mengadakan Pelatihan Budidaya Jahe, Manajemen Kelompok dan Sosialisasi 5M + 1D di Desa Jlarem Kecamatan Gladagsari Kabupaten Boyolali. Program pelatihan tersebut merupakan bagian dari suatu rangkaian program besar garapan FKPAI KUA Kec. Ampel bersama Baznas Kabupaten Boyolali dalam rangka pembinaan dan pemberdayaan kepada kelompok atau majelis taklim mualaf di wilayah binaan KUA Kecamatan Ampel.

  Pemberdayaan kepada para muallaf ini dilatarbelakangi oleh adanya peningkatan kuantitas atau jumlah muallaf diwilayah Kecamatan Ampel setidaknya tiga sampai lima tahun terakhir ini. Akhirnya dengan inisiatif Penyuluh Agama Islam Fungsional Maryanto, dan dibawah pembinaan serta arahan Kepala KUA Ampel memutuskan menggandeng Baznas kabupaten Boyolali untuk bekerjasama dalam membina para muallaf baik dari segi akidah atau keimanan serta pemberdayaan secara ekonominya.

Gagasan tersebut dituangkan dalam berbagai bentuk program telah dipresentasikan dihadapan pimpinan Baznas Kabupaten Boyolali dan disambut dengan baik oleh pihak Baznas.  Melalui Ketuanya yaitu H. Jamal Yazid, akhirnya tanpa butuh waktu lama satu persatu dari program direalisasikan kepada para muallaf di beberapa desa wilayah Kecamatan Ampel dan Gladagsari.

  “Pada hari ini Selasa, 24 Agustus 2021 kami merealisasikan program, yaitu mengadakan pelatihan budidaya jahe, manajemen kelompok dan sosialisasi 5M + 1D di Desa Jlarem Kecamatan Gladagsari, Kegiatan ini diikuti 20 peserta muallaf dengan mendatangkan tiga narasumber dari praktisi budidaya jahe, Baznas dan dari Penyuluh Agama Islam,” kata maryanto, penyuluh agama islam kecamatan ampel

Jumadi seorang praktisi dari Boyolali dengan paparan materi budidaya jahe menyampaikan cara menanam jahe yang baik perlu memperhatikan toto mongso, pemilihan bibit yang unggul dan pemumukan yang baik. Sedangkan narasumber kedua, Jamal Yazid, Ketua Baznas Boyolali menyampaikan tentang manajemen kelompok. Untuk mewujudkan organisasi atau komunitas yang baik perlu adanya kelompok swadaya yang memiliki tujuan jelas dan lebih terarah.

Adapun sosialisasi 5M + 1D yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas serta doa menjadi materi terakhir yang langsung disampaikan oleh narasumber ketiga yaitu Maryanto, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Ampel.

Disamping mengikuti paparan dan pelatihan dari berbagai para narasumber, peserta pelatihan pemberdayaan muallaf juga mendapatkan masker dan pembagian abon untuk menambah gizi bagi para warga dalam rangka meningkatkan imunitas ditengah-tengah pandemic covid 19 yang belum sirna dari bumi Indonesia khususnya. Selain menjaga imun, peserta juga ditekankan bahwa pentingnya menjaga iman, sehingga diri kita menjadi pribadi yang sehat secara jasmani dan rohani.

Hal menarik dalam kegiatan pelatihan tersebut ada dari warga non muslim yaitu Mia Kurniawati yang memutuskan untuk memeluk Agama Islam, dan sekaligus di tempat itu juga dibimbing untuk membaca dua kalimat syahadat.

“Dalam kegiatan tersebut terdapat saudara kita yang berkeinginan untuk memeluk agama islam, begitu kami tanya apakah sudah memantapkan hati untuk memeluk agam islam, dan dia menjawab iya, langsung kami bimbing untuk mengucap dua kalimat syahadat sebagai ikrar untuk memeluk agama islam,” kata Maryanto menambahkan

FKPAI KUA Kecamatan Ampel dan Baznas Kabupaten Boyolali memiliki harapan besar dari berbagai program yang telah direncanakan termasuk pelatihan yang telah dilaksanakan pada hari ini benar-benar dapat diimplementasikan oleh komunitas atau majelis taklim muallaf. Dengan demikian tujuan awal pemberdayaan kepada muallaf ini  dapat berhasil,  sehingga umat menjadi pribadi yang kuat akidahnya serta kuat ekonominya. (Myt/Zoelva/Jaim/rf)