Gandeng Humas Kemenag, Kepala KUA Buayan Bangkitkan Semangat Menulis Penyuluh Agama

Kebumen – Kepala KUA Kecamatan Buayan menggandeng Humas Kemenag Kebumen  untuk  memberikan pelatihan jurnalistik dasar bagi Penyuluh Agama Islam Non PNS dilingkunganny. Kegiatan tersebut dilaksankan secara santai sambil ngopi bareng di rumah salah satu penyuluhnya Miftach, di Perumahan Bunga Alam Residence Sabtu (09/10/2021).

Kepala KUA Kecamatan Buayan Fatachul Chusen mengatakan, kegiatan pelatihan jurnalistik ini diadakan guna meningkatkan kapasitas menulis para Penyuluh Agama Islam dilingkungannya. Lebih khususnya bagaimana agar para penyuluh mampu menulis berita seputar kegiatan tupoksinya di KUA sehingga dapat dimuat di website Kemenag Kebumen dan Kanwil Kemenag Prov. Jateng.

Fatachul Chusen mengatakan, bahwa kegiatan ini adalah sebagai langkah awal guna membangkitkan semangat menulis para penyuluh. Fatah berharap melalui kegiatan ini para penyuluh dapat menulis berita dengan baik sesuai dengan kaidah jurnalistik.

“Saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini para penyuluh mampu menulis berita dan memberikan kontribusi masing – masing satu berita setiap bulannya ke website Kemenag Kemenag Kebumen,” tandasnya.

Sementara itu, Faozan Pranata Humas Kemenag dalam penyampaian materinya menjelaskan bahwa seorang penulis jika ingin menulis sebuah berita harus memenuhi unsur 5W + 1H (apa, siapa, kapan , dimana, mengapa dan bagaimana prosesnya). “Semua unsur ini harus terpenuhi,” tuturnya.

Hal lainnya yang disampaikan Faozan adalah bagaimana menentukan tema ataupun sudut pandang dari sebuah berita. Disampaikan bahwa sudut pandang terhadap sebuah peristiwa akan sangat membantu sekali dalam menentukan judul sebuah berita dan menyusun alinea pertama sebuah berita (teras berita).

Teras berita adalah alenia pertama yang merupakan bagian terpenting dan paling menarik dari suatu berita dan teras berita mencerminkan judul.

Faozan menambahkan, yang terpenting sekali dari seseoarang yang ingin belajar menulis adalah memulai mencoba menulis. Sebab menurutnya, jika hanya dipikir dan takut salah maka selamanya tidak akan pernah jadi tulisan, sebuah berita ataupun laporan tidak akan jadi – jadi. Dan untuk meningkatkan kemampuan kita maka harus dibiasakan menulis dan banyak membaca.(fz).