Ganjar : Ayo Mudahkan Masyarakat dan Layani dengan Baik

Semarang – Sejak dilantiknya Farhani sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah pada 10 Oktober 2016 yang lalu, agenda yang sangat ingin dilaksanakan adalah bersilaturrahim dengan Ganjar Pranowo selaku pemangku wilayah di Jawa Tengah. Sebagai pengemban amanah dalam hal keagamaan di Jawa Tengah, Farhani memandang sangat penting bisa bergandengan tangan dengan pimpinan pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna bersama membangun Jawa Tengah utamanya dalam mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang taat beragama, rukun, cerdas, dan sejahtera lahir batin dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha Andewi Susetyo, Farhani disambut Ganjar Pranowo beserta jajarannya di ruang tamu gubernur, Rabu (23/11). Dalam pertemuan yang santai penuh keakraban tersebut Kakanwil Kemenag Prov. Jateng menyampaikan keinginannya mengemban visi kementerian agama untuk dapat bergabung dan bersama-sama dengan pemerintah provinsi dalam membangun Jawa Tengah.

“Pak Gubernur perkenankan kami memohon ijin untuk mendukung program pemerintah provinsi dalam bersama membangun Jawa Tengah, kami siap menyelaraskan program Kementerian Agama dengan program provinsi Jawa Tengah, untuk itu mohon gandeng kami dalam membangun Jawa Tengah utamanya dalam bidang keagamaan,” kata Farhani.

Pada pertemuan itu, Ganjar Pranowo menyambut baik kunjungan Kakanwil Kemenag Prov. Jateng dan berharap seluruh Kementerian/ Lembaga/ Satuan Kerja Perangkat Daerah/ Institusi di Jawa Tengah mampu memudahkan dan melayani masyarakat dengan baik.

“Mari kita bersama wujudkan pelayanan yang mudah, murah, sederhana dan santun kepada masyarakat sehingga dengan pelayanan yang baik tersebut masyarakat akan merasa terpuaskan oleh pelayanan kita,” jawab Ganjar menanggapi.

Menyinggung terkait keluhan masyarakat, Ganjar mengajak seluruh komponen pemerintahan mampu memanfaatkan media sosial guna menjembatani komunikasi dengan masyarakat. Ganjar yang aktif menjawab keluhan masyarakat melalui media sosial twitter mengajak Kementerian Agama Jawa Tengah untuk memanfaatkan media sosial dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat utamanya dalam permasalahan pelayanan birokrasi yang mereka keluhkan.

“Selama ini Saya melihat akun twitter Kemenag Jateng masih kurang aktif terutama dalam merespon keluhan masyarakat, ayo manfaatkan media sosial ini sebagai jembatan komunikasi kita dengan masyarakat, sehingga kita dapat mengetahui apa kehendak dan keluhan masyarakat, dengan begitu kita dapat memecahkan persoalan tersebut bersama,” imbuhnya.

Ganjar mengharapkan di era globalisasi ini, Jawa Tengah diperlukan pemimpin yang selalu dapat merangkul semua lapisan masyarakat sehingga masyarakat merasa terlindungi serta merasa aman dan tenteram serta damai hidup di Jawa Tengah. Beliau juga mengajak kepada semua aparat Kementerian Agama untuk mampu mendukung program pemerintah melakukan sapu bersih terhadap segala bentuk pungutan liar. “Jangan sampai terjadi, ada pungutan-pungutan yang tidak ada dasarnya di Kementerian Agama, karena itu pasti akan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Mengakhiri, Gubernur mengajak untuk bersama-sama membangun demi kemajuan Jawa Tengah dalam segala bidang, dan menjadikan Jawa Tengah sebagai contoh tauladan yang baik untuk Indonesia. (bd/gt)