Garap warga binaan Rutan dengan siraman rohani

Wonogiri – Stigma Nara pidana terdengar sangat ngeri dan menakutkan di masyarakat bahkan di anggap sampah masyarakat yang tidak layak untuk hidup berdampingan dengan masyarakat umum lainnya, namun sebenarnya mereka bisa menjadi manusia yang berdaya guna dan membawa manfaat bagi orang lain, keluarga, maupun terhadap dirinya sendiri asalkan mereka di bimbing dan di bina dengan baik.

Kantor Kemenag Wonogiri merasa tepanggil untuk ikut serta membina warga binaan Rutan kelas IIb Wonogiri dengan memberdayakan Kelompok Kerja Penyuluh (pokjaluh) Agama Islam untuk mengadakan pembinaan keagamaan bagi warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) di lanjutkan belajat Baca Tulis Al Qur’an (BTA).

Demikian di sampaikan Kasi Bimas Islam Kankemenag Wonogiri H. Haryadi, MSI di sela-sela acara pembinaan penyuluh agama Islam minggu kemarin di aula Kankemenag yang di hadiri Anggota Pokjaluh se Kabupaten Wonogiri.

Menurut Haryadi tujuan utama program tersebut untuk meningkatkan mental warga binaan pemasyarakatan sebagai salah satu upaya menwujudkan manusia yang insyaf dan bertobat secara totalitas, dan tidak mengulangi kesalahan yang telah ia perbuat sehingga ia masuk dalam penjara. Dalam membina mental dan kepribadian para warga binaan pemasyarakatan di Rutan Klas IIb Wonogiri di lakukan pembinaan mental secara rutin yang di kemas dengan interaktif setiap hari kamis di lanjutkan BTA bagi warga binaan.

Sedangkan menurut Ka. Kankemenag Wonogiri Drs. H. Safruddin, MSI menyatakan sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada para penyuluh agama Islam. “Hal ini patut kita dukung bersama untuk memberikan siraman rohani bagi warga binaan rutan sebagai salah satu upaya pembinaan mental spiritual semoga akan berguna saat ini, terlebih lagi setelah keluar dari tempat ini, terlebih lagi itu adalah bentuk dari pelaksanaan 5 nilai budaya kerja Kemenag”

Selain itu Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kab. Wonogiri bekerjasama dengan RSPD menerjunkan para penyuluh agama Islam untuk memberikan siraman rohani pada program yang di siarkan pada radio pemerintah daerah tersebut seminggu sekali.

Kegiatan ini bertujuan untuk merekatkan ukhuwah islamiyah Kankemenag dengan masyarakat pendengar RSPD di Kabupaten Wonogiri, serta memberikan motivasi dan pembinaan agama Islam, dengan tema yang variatif di harapkan masyarakat tidak jemu dan bisa di mencerna materi dengan baik. (Mursyid & Heri)