Gelar Peringatan Maulid Nabi di Lapas

Slawi – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Slawi diisi dengan Pembacaan Simtutduror yang dibawakan   oleh Jamiyah Maulid Amanat Jumpa Tegalwangi Talang Tegal dibawah pimpinan KH. Sulton Barmawi. Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Tegal, Dandim 0712 Tegal, Kepala BNN Kota Tegal, para habaib, ulama, warga binaan lapas dan tamu undangan lainnya. Bertempat di Masjid Attaubah Lapas IIB Slawi, Jum’at (09/12).

Kepala Lapas Slawi Yan Rusmanto mengatakan bahwa peringatan maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu kegiatan kerohanian yang ada di LP  kegiatan lain yang ada di  lapas diantaranya Majlis Dzikir dan Dhuha, Majlis Taklim, Majlis Murrotal Qur’an dan Kegiatan Mandiri BTA (Baca Tulis  Al Qur’an).

Disampaikan  pula  bahwa semua kegiatan tak akan berhasil bila tidak didukung pihak-pihak yang berkompeten. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada ustad-ustad dan Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama yang telah membantu demi berjalannya Pondok Pesantren Attaubah ini di lapas II B Slawi telah terbentuk 3 tahun yang lalu,” kata Yan Rusmanto

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW diakhiri Tausyiyah oleh habib Ahmad bin Umar dari Yaman, menurut Habib Ahmad dalam dialek bahasa arab yang diterjemahkan oleh KH. Sulton Barmawi bahwa Agama Islam itu Agama selamat jadi jangan putus asa dengan rahmat Allah, dengan taubatan nasuha dan memperbaiki diri niscaya allah akan memberikan yang terbaik bagi kalian.

Seperti kisah Fudhail bin Iyadh seorang Perampok terkenal pada Zaman Raja Harun Arrasyid  yang tidak membutuhkan partner dalam melaksanakan aksinya. Namun akhirnya dengan kekuasaan Allah Fudail bin Iyadh menjadi Imam masjidil haram.

Mengakhiri tausyiyahnya beliau memberikan perumpamaan, Seorang yang terbiasa melakukan perbuatan dosa, maka hatinya akan menghitam sehingga sulit menerima hidayah. Namun terkadang, ada sedikit celah di hatinya yang belum tertutup dengan gelapnya maksiat. Apabila ia gunakan bagian kecil ini untuk merenungkan dan mengingat kekuasaan Allah, maka Allah akan bersihkan hatinya dari noda-noda hitam dosa kemaksiatan. Sebaliknya, apabila ia tetap menuruti hawa nafsunya, maka hati tersebut semakin menghitam dan lama-kelamaan akan mati dan tidak menerima hidayah. (maman/gt)