Generasi Millenial Perlu Mengetahui Tentang Pemenuhan Gizi Seimbang

* Suasana zoom meeting yang diikuti oleh Penyuluh Agama Islam Kab. Batang

Batang – Dalam rangka meningkatkan pemahaman bersama tentang konsep asupan gizi seimbang terutama pada generasi milenial  dan merumuskan kesepakatan bersama tentang pelaksanaan kegiatan lintas sektor dalam mengurangi permasalahan gizi, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan pertemuan lintas sektor melalui zoom meeting dengan Tema ” Penguatan Pemberian Asupan Gizi Seimbang pada Remaja/ kaum milenial pada Selasa (24/08). Kegiatan ini diikuti oleh Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/kota se Jawa Tengah. Mewakili Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, Penyuluh Agama Islam Fungsional, Slamet Hasanudin, turut serta dalam acara tersebut.

Acara yang dimulai pukul 09.00 tersebut dibuka oleh Yulianto Prabowo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini, di masyarakat, kebiasaan konsumsi makan yang memenuhi gizi seimbang terutama pada kaum remaja, sangat sulit untuk dapat dipenuhi karena adanya pergeseran pola pandang pada kalangan remaja akibat dari globalisasi.

” Saat ini, di masyarakat, kebiasaan konsumsi makan yang memenuhi gizi seimbang terutama pada kaum remaja, sangat sulit untuk dapat dipenuhi karena adanya pergeseran pola pandang pada kalangan remaja akibat dari globalisasi. Mereka lebih menyukai makanan siap saji (junc food) yang kalau dilihat dari kandungan nilai gizinya tidak selengkap dan  sebaik dari menu asli Indonesia yang penuu dengan aneka ragam, cukup nilai gizi serta banyak kandungan serat yang dibutuhkan, oleh karena itu perlu dilakukan upaya sosialisasi terkait dengan asupan gizi seimbang khususnya pada remaja (milenial),” jelas Yulianto Prabowo.

* Salah satu pemateri menyampaikan materi tentang Peran Media dalam mendukung pedoman gizi

Selanjutnya pemaparan materi oleh beberapa narasumber. Agung Krist dari Diskominfo Provinsi Jawa Tengah menyampaikan matei tentang peran media dalam mendukung penerapan pedoman gizi seimbang pada kaum milenial. Sedangkan materi tentang kebijakan pedoman umum gizi seimbang dalam meningkatkan SDM berkualitas disampaikan oleh Yuni Z dari Direktorat Gizi Kemenkes RI. Materi tentang psikologi remaja disampaikan oleh Mira Permatasari dari RSJD Dr. Amino Gondohutomo Prov. Jawa Tengah yang membahas tentang kebiasaan milenial dalam memilih makanan antara trend dan kandungan gizi. Materi terakhir disampaikan oleh Ria Ambarwari dari Poltekes Kemenkes Jateng tentang Asupan gizi dan varian makanan pada kelompok milenial. Pada sesi terakhir dilakukan tanya jawab dan perumusan rencana tindak lanjut, kesimpulan dan penutup. (Hasanudin / Zy)