Generasi Muda Jangan Hanyut Dalam Globalisasi

Rembang – Generasi muda diharapkan tidak terjebak dan larut dalam era globalisasi. Era digital dalam membuat dunia layaknya sebuah kampung (global village) diharapkan mampu disikapi secara cerdas oleh generasi muda.

Demikian disampaikan Kepala Kankemenag Kabupaten Rembang, Atho’illah dalam untaian do’a dalam acara Peresmian Akademi Komunitas Semen Indonesia (Aksi) di halaman parkir Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTPSP NAKER) Kabupaten Rembang, Kamis (4/5).

Atho’illah berharap, peresmian Aksi ini akan turut memberikan sumbangsih kepada Indonesia untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas tinggi, profesional, memiliki skill di bidangnya masing-masing, dan berintegritas tinggi.

Kendati demikian, benteng moral harus dimiliki agar generasi bangsa tidak hanyut dalam era digitalisasi yang membawa arus budaya dan bisa memengaruhi moral mereka. “Kami imbau kepada generasi muda agar menjadi generasi bangsa yang bisa selamat dan survive dalam kehidupan nyata. Tidak terjebak dalam pergaulan yang serba modern dan tidak hanyut tanpa kendali. Namun justru dapat menjadi pribadi yang tangguh di atas globalisasi, tentunya dengan berbekal pendidikan agama yang kuat,” ungkap Atho’illah.

Hadir sebagai pembicara yaitu Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Komisaris PT Semen Indonesia, Sutiyoso, dan Bupati rembang, Abdul Hafidz.

Sutiyoso mengatakan, kehadiran AKSI ini bisa turut menyelenggarakan SDM Rembang yang berkualitas dan menciptakan kehidupan yang lebih baik. “ Kami mengapresiasi adanya AKSI ini sebagai bukti bahwa pemerintah, masyarakat dan PT SI di Rembang bisa berkerjasama untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik,” ujar  Sutiyoso. (ss/bd)