Gerakan 5D3 Eratkan Hubungan Anak dengan Orang Tua

Purbalingga  – Generasi muda khususnya remaja saat ini sangat memerlukan perhatian khusus dari kedua orang tua dan orang-orang di sekitar mereka. Karena berbagai bentuk bahaya selalu mengancam mereka setiap saat. Mereka membutuhkan kepedulian agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan Narkoba, penyebaran HIV/AIDS dan budaya seks bebas. Demikian dijelaskan Penyuluh Agama Islam Fungsional, Sri Mulyati kepada Humas Kankemenag Kabupaten Purbalingga melalui komunikasinya, Senin (26/11).

Hal tersebut disampaikan terkait kegiatan kepenyuluhan terpadu yang telah dilaksanakannya 30 Oktober sampai dengan 10 Nopember 2018 lalu. Ia menjelaskan, kegiatan yang  dimotori Puskesmas Kecamatan Karangmoncol tersebut digelar di SMA/MA, SMP/MTs di wilayah Kecamatan Karangmoncol. Narasumber kegiatan bertema Cegah Seks Bebas, Narkoba dan Penyakit Akibat Perbuatannya tersebut berasal dari Puskesmas, Polsek dan Penyuluh Agama Islam Fungsional Wilayah KUA Kecamatan Karangmoncol.

Menurut penuturannya tuntunan syariat Agama Islam bila dilaksanakan cukup untuk menjadi benteng terhadap tantangan remaja di abad milenial ini. Sehingga menurutnya penerapan perilaku mulia dengan menutup aurat  menjadi sangatlah penting.

“Mendekati zina dapat menimbulkan hal yang beresiko. Baik resiko yang dihadapi di dunia maupun di akhirat. Sehingga perlu menerapkan perilaku mulia dengan kewajiban menutup aurat melalui berbusana sesuai syariat Islam, mempertebal keimanan, menambah  wawasan tentang Islam, serta bersikap positif agar lebih dekat dengan Allah dan juga keluarga,” ungkapnya.

Salah satu trik yang dapat diterapkan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan berbagai permasalahan yang dihadapi anak-anak khususnya para remaja adalah dengan Gerakan 5 Detik Dalam Dekapan (G5D3). Melalui kegiatan berdekapan ini anak dan orang tua akan merasakan kedekatan dan energi positif yang mengalir dalam diri mereka secara bersamaan sehingga dapat mempererat hubungan anak dan orang tua yang selama ini renggang karena berbagai faktor.

“Dalam kegiatan penyuluhan kami, anak dan orang tua mereka yang sebagian besar merupakan ibu-ibu melakukan gerakan 5D3 tersebut. Para siswa dan orang tua mereka saling mendekap dalam hitungan 5 detik. Meski hanya 5 detik, namun cukup efektif membangkitkan emosi anak dan orang tuanya. Sehingga bahkan menimbulkan isak tangis karena hal tersebut ternyata sesuatu yang sangat jarang dilakukan,” ungkapnya.

Menurutnya, remaja sebagai seorang anak masih sangat membutuhkan kasih sayang orang tua mereka. Namun pola pikir pada anak-anak yang beranjak dewasa mulai mengalami perubahan. Rasa malu didekap orang tua mulai muncul. Jika orang tua bisa melakukan gerakan 5 detik dalam dekapan tersebut sebagai kebiasaan sehari-hari, maka kendala tersebut akan teratasi. Dengan kasih sayang orang tua yang selalu tercurah kepada anak-anaknya melalui dekapan yang hanya 5 detik saat anak akan berangkat sekolah atau bepergian, energi positif pada anak akan terbangun.

Lintas Sektoral

Penyelenggara kegiatan, Eti Haryati menjelaskan, penyuluhan yang melibatkan Puskesmas , Polsek dan KUA tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada  generasi muda khususnya remaja agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan penyebaran HIV/AIDS serta seks bebas di kalangan remaja. Juga memberikan pemahaman kepada orang tua agar memberikan perhatian yang khusus dalam  mengontrol pergaulan  putra-putri mereka.

Dalam setiap kegiatan sesi penyuluhan dibagi menjadi 3. Sesi Pertama disajikan oleh narasumber dari Polsek Karangmoncol dengan materi Narkoba dan Bahayanya. Sesi kedua disajikan oleh Penyuluh Agama Islam dan sesi ketiga disampaikan oleh Bikor Kesehatan Remaja Puskesmas Kecamatan Karangmoncol. (sar/gt)