Gerakan Jumat Bersih Dekatkan Penyuluh dengan Warga Binaan

Mungkid –  FKPAI (Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam) Kecamatan Srumbung menginisiasi Gerakan Jumat Bersih di masjid atau musala di wilayah Kecamatan Srumbung. Setiap Jumat minggu pertama setiap bulan, para Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Srumbung melaksanakan kegiatan kebersihan pada masjid atau musala yang telah direncanakan.

Penyuluh Agama Islam Fungsional Azizah Herawati, melalui media sosial, Jumat (20/04) menyampaikan sampai saat ini gerakan Jumat Bersih sudah mencapai enam putaran. Gerakan Jumat Bersih merupakan kegiatan “turun ke bawah” para Penyuluh Agama agar tercipta keakraban terhadap masyarakat binaan.

“Kegiatan ini terinspirasi oleh keinginan kuat untuk dekat dengan masyarakat binaan,  turun ke bawah sebagai media silaturahmi FKPAI dan KUA dengan masyarakat sehingga menjadi akrab,” kata Azizah.

“Melalui Gerakan Jumat Bersih ini FKPAI mengajak dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mencintai masjid , salah satunya dengan menjaga kebersihannya sehingaa masyarakat termotivasi untuk berjamaah di Masjid,” lanjutnya.

Azizah menjelaskan lokasi Masjid atau musala yang akan dibersihkan sebelumnya dipetakan dan disurvey oleh Penyuluh Agama Islam yang bertanggung jawab terhadap desa di mana masjid/musala itu berada. Selain membersihkan masjid beserta lingkungannya, FKPAI juga memberikan bantuan sosial berupa Kitab Suci Al Quran.

“Kegiatan ini hanya pembuka saja, selanjutnya kita harapkan warga masyarakat dapat melanjutkan secara aktif,” katanya.

Azizah menuturkan masyarakat binaan menyambut baik kegiatan ini. Setelah bersama-sama memberikan masjid, kemudian duduk-duduk melakukan sambung rasa sambil menikmata hidangan yang disajikan warga.

Gerakan Jumat Bersih yang awalnya hanya kegiatan dalam skala kecil oleh para Penyuluh Agama, sekarang banyak dibantu oleh banyak pihak yaitu PKK kecamatan, kemudian Puskesmas, PKK Desa, Koramil dan Polsek Srumbung.

“Karena yang terlibat semakin banyak, jika sebelumnya kita hanya bisa membersihkan satu masjid atau musala, sekarang kegiatan bisa dilaksanakan di dua lokasi. Kadang juga dari Puskesmas bagian kesehatan lingkungan memberikan penyuluhan tentang kebersihan lingkungan dan tempat ibadah…jadinya klop,” tambahnya. (am/bd)