Giliran Madrasah Tsanawiyah Gelar Diklat Kurtilas

Purbalingga – Hujan deras yang mengguyur wilayah Purbalingga mulai menjadi kendala aktifitas dunia pendidikan, termasuk penyelenggaraan Diklat Kurikulum 2013 Bagi Guru MTs Ma’arif NU se-Purbalingga. Apalagi para peserta yang berasal dari daerah perbatasan dan pegunungan seperti Kecamatan Karangjambu, Karangmoncol  dan Rembang yang jaraknya berpuluh-puluh kilometer.

Namun menurut Ketua Panitia Penyelenggara Toriq Jahidin, para Guru Madrasah yang mengikuti kegiatan tampak tetap antusias dan hadir mengikuti ketentuan.

“Diklat ini diselenggarakan selama 2 hari, Selasa – Rabu (26-27/09), peserta kegiatan adalah para guru MTs di lingkungan PC LP Ma’arif NU Purbalingga. Meskipun kegiatan berlangsung sampai sore hari dan hujan turun, para peserta tetap antusias dan hadir di sini seperti yang kita harapkan,” jelas Toriq.

Dia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 72 orang guru Madrasah Tsanawiyah dari 24 MTs Ma’arif yang ada di Purbalingga. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kompetensi Tenaga Pendidik di tingkat MTs. Para peserta merupakan perwakilan guru dari Mapel umum, eksak maupun agama. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari rangkain diklat sebelumnya yang diadakan di Baturaden pada September 2016.

Materi yang disampaikan pada kegiatan ini merupakan penguatan khususnya pada pembuatan RPP dengan mengundang instruktur Kurikulum 2013 sekaligus praktisi pendidikan sejumlah dua orang. Mereka adalah Soderi, S.Pd.,M.Pd Kepala SMP Negeri 3 Karangmoncol dan Joko Arifin, S.Pd. dari SMP Negeri 1 Bukateja.

Hadir dalam upacara pembukaan, Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kab. Purbalingga, Ratmono didampingi Wakil Ketua  PC LP Ma’arif NU Purbalingga, Muhtamil serta para pengurus KKM MTs Ma’arif Purbalingga.

Kasi Pendidikan Madrasah Ratmono menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan. Dijelaskan bahwa untuk tahun anggaran ini Kantor Kementerian Agama Purbalingga tidak bisa menyelenggarakan kegiatan Diklat Kurikulum 2013 karena terkendala pagu anggaran yang mengalami penghematan. Penyelenggaraan kegiatan diklat dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik yang berimbas pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah, dengan indikator utama meningkatnya perolehan peserta didik baru pada awal tahun.

“Selain itu juga tingkatkan rasa syukur karena kesejahteraan guru-guru madrasah semakin diperhatikan oleh pemerintah pusat. Wujudkan rasa syukur itu dengan peningkatan kedisiplinan dalam menjalankan tugas,” tandas Ratmono. (sar/gt)