Gladi Bersih UNBK Program Paket C Terkendala Kompetensi IT

Mungkid – Kemampuan mengoperasionalkan perangkat komputer menjadi kendala peserta Pendidikan Kesetaraan Program Paket B dan C saat mengikuti Gladi Bersih pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN-BK) di MAN 2 Magelang, Selasa, (20/03).

Proktor MAN 2 Magelang Muhammad Rofiq, menyampaikan dalam Gladi Bersih tersebut masih dijumpai beberapa peserta yang kurang familiar dengan perangkat komputer sebagai media ujian. Meskipun menjadi kendala, namun para peserta dapat mengerjakan soal sampai akhir.

“Kesulitan yang banyak dijumpai adalah untuk Program Paket B. Sementara untuk Program Paket C umumnya lancar karena mereka pernah mendapatkan pendidikan TIK di SMP,” kata Rofiq. Rofiq menyampaikan bahwa ada peserta yang harus dibimbing saat menggunakan mouse.

“Banyak peserta yang belum bisa mengoperasikan komputer. Sehingga ini menjadi masukan bagi lembaga terkait untuk mempersiapkan calon peserta ujian, minimal bisa mempersiapkan dari sisi pengetahuan teknologi informasi,” kata Rofiq.

Dalam pengarahannya, Rofiq menyampaikan pada Gladi Bersih ini peserta dapat memperhatikan secara seksama terkait pengerjaan soal berbasis komputer sehingga pada saat pelaksanaan Ujian Nasional nanti dapat berjalan dengan lancar.

Rofiq menyampaikan bahwa Gladi Bersih diikuti oleh 47 Peserta dari 82 Peserta yang seharusnya hadir untuk Program Paket C, dan 28 peserta dari 34 Peserta untuk Program Paket B. Rofiq mengevaluasi banyaknya peserta yang tidak hadir dan kompetensi penggunaan perangkat TIK untuk diperbaiki pada tahun mendatang.

“Untuk ke depan agar ada perbaikan terkait database peserta ujian. Lembaga agar mengupdate data peserta ujian sehingga jumlah peserta ujian sesuai kondisi riil.  Untuk pondok pesantren agar membekali para santrinya dengan mengenalkan materi TIK,” saran Rofiq.

Najib, koordinator Pondok Pesantren Ianatul Mujtahidin menyampaikan bahwa saat ini memang pondok pesantren belum siap sarana dan prasarananya dalam membekali para santri terkait penggunaan komputer sehingga para santri belum terbiasa.

“Pondok pesantren memang belum siap sarana dan prasarana sehingga siswa belum terbiasa. Untuk yang paket C, biasanya sudah bisa karena pernah mendapatkan materi saat mereka di SMP, kata Najib.

Ketika dikonfirmasi tentang banyaknya peserta yang tidak mengikuti Gladi Bersih, Najib menyampaikan bahwa hal itu disebabkan lemahnya lembaga PKBM penyelenggara Paket C dalam meng-update EMIS (Education Management Information System).

“Data peserta dientry oleh lembaga ke EMIS. Bisa jadi PKBM tidak mengupdate data. Sesuai data juga masih dijumpai nama dan jenis kelamin yang salah. Ini menandakan lembaga tidak meng-update. Punya kami alhamdulillah, semua data peserta ujian betul semuanya karena pondok kami rajin update EMIS,” lanjutnya.

Najib mengakui, ketidakhadiran peserta mengikuti Gladi Bersih dikarenakan karena santri tersebut sudah tidak mondok lagi.

“Ada beberapa nama yang tidak hadir karena sudah tidak berada di pondok. Sudah saya jemput dan dimotivasi tetapi yang bersangkutan tidak bersedia,” lanjutnya. (am/bd)