Grand Desain Zona Integritas Kankemenag Kab. Tegal

Slawi – Tiga sasaran utama yang ingin dicapai Kankemenag Kab. Tegal dalam pelaksanaan Zona Integritas, yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi pemerintah yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta peningkatan pelayanan publik. Dengan hal tersebut diharapkan akan terwujud pemerintahan yang baik (good govermance) di Kankemenag Kab. Tegal. Demikian yang disampaikan   Nurrotib dalam membuka rapat persiapan pendampingan tim zona integritas dari Inspektorat Jendral Kemenag RI.di Aula Al Ikhlas (09/06) yang dihadiri para pejabat, dan seluruh anggota dari Tim Zona Integritas.

Rapat dilaksanakan dalam rangka mengetahui seberapa persiapan yang telah dilaksanakan setiap bidang serta untuk mengetahui kendala-kendala yang ditemui dalam menindaklanjuti Kankemenag Kab. Tegal sebagai pilot project pembangunan Zone Integritas (ZI) menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani.

Lebih lanjut Nurrotib mengungangkap, perlu adanya komitmen bersama dalam menindaklanjuti Zone Integritas di Kemenag Kab. Tegal.

“Perlu komitmen bersama dalam hal ini, oleh karena itu diperlukan kerjasama setiap bidang dan seksi untuk mendapatkan data pendudkung ataupun informasi yang berhubungan dengan pembangunan Zone Integritas (ZI) menuju wilayah bebas korupsi,” ungkap Nurrotib.

Sementara itu, menyusul hasil penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nomor 60/LHP/XV/05/2017 tanggal 18 Mei 2017 tentang Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat tahun 2016 yang menyatakan bahwa laporan keuangan kementerian agama berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Dengan hasil tersebut membuat tim Zona Integritas kembali menyusun strategi guna menghadapai tim penilai dari Kemenpan RB mengingat Kankemenag Kab Tegal meraih hasil yang terbaik dari 115 satker yang telah dinilai Tim Penilai Internal (TPI) Itjen Kemenag, yang terdiri dari 100 Kankemenag Kab/Kota dan 15 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri.

Adapun Hasil penilaiannya adalah Kankemenag Kab Tegal (85,86) terkait WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani), serta IAIN Sultan Thaha Jambi (79,90) dan IAIN Banjarmasin (76,85) terkait WBK.(za/rf)