Gubernur Jateng Menyempatkan Mengajar di MI

Cilacap – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyempatkan mengajar di madrasah ibtidaiyah (MI) Maarif Cinyawang Kecamatan Patimuan.Ditengah-tengah kesibukannya dalam rangaka kunjungan kerja ke Kabupaten Cilacap Jum’at (3/2).

Dihadapan para siswa, Ganjar menanyakan berbagai hal terkait pelajaran yang telah diterima. Pelajaran dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi dan dan demonstrasi. Para siswa tampak begitu antusias mengikuti pelajaran yang disampaikan Pak Gubernur. Mula-mula, mereka terlihat sedikit canggung, namun setelah berlangsung beberapa menit, keadaan justru makin bersemangat.

Selama mengajar, Ganjar sebutan akrabnya memberikan nasehat yang sangat berguna bagi para siswa. Gubernur juga memotivasi baik kepada para guru maupun para siswa untuk semangat belajar. Menurutnya, madrasah tidak kalah dengan sekolah, bahkan madrasah memiliki nilai plus. Yakni penanaman nilai-nilai keagamaan yang tidak dimiliki oleh sekolah.

Kepala MI Maarif Cinyawang, Robitul Azhar dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas perkenan kehadiran Bapak. Menurutnya, kehadirannya merupakan bentuk perhatian nyata dan kehormatan tersendiri. Pihaknya juga tidak menyangka bahwa madrasahnya akan dikunjungi seorang gubernur.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Mughni Labib yang juga ikut mendapingi, menyambut gembira atas kunjungannya. Dikatakan bahwa dengan hadirnya seorang gubernur di MI, secara otomatis image MI di masyarakat juga naik.

“Jika selama ini mungkin masih ada anggapan bahwa madrasah masih nomor dua, maka kehadiran gubernur merupakan bukti nyata bahwa madrasah statusnya sama dengan sekolah. Dengan demikian, dikotomi yang selama ini masih dirasakan oleh pengelola madrasah bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan,”ungkapnya.

Kakankemenag juga berharap, hadirnya Gubernur bisa memberikan ruh tersendiri. Tentunya, bisa meningkatkan motivasi para guru untuk memacu prestasinya. Sehingga, eksistensi madrasah di masyarakat semakin kuat. Gairah atau antusias masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di madrasah juga bertambah. (on/bd)