Guru Agama, Benteng Terkuat Untuk Rekatkan Persatuan dan Kesatuan

Surakarta – “Negara dan bangsa ini sekarang sedang berada di dalam situasi dimana penguatan karakter sangat dibutuhkan. Bahwa bangsa ini, dibangun oleh tokoh-tokoh  agama, bangsa ini didirikan oleh tokoh-tokoh yang memiliki akar kuat di agama, dan bangsa ini didirikan atas landasan pancasila yang sila pertamanya adalah Tuhan Yang Maha Esa”.

Demikian disampaikan Musta’in Ahmad, Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta  pembinaan “Penguatan Wawasan Kebangsaan Bagi Guru Agama Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta”, di Balai Tawangarum Kompleks Balaikota Surakarta, Senin (11/2) kegiatan dihadiri Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, Asisten Kesra Pemkot Surakarta, H Said Romadlon, Para Pejabat Kankemenag kota Surakarta, pengawas pendidikan agama, kepala madrasah, dan 350  guru agama; Islam, Kristen, Katholik, Hindu dari tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA .

Menurut Musta’in, masa depan bangsa ini akan sangat ditentukan oleh seberapa orang memahami dan mengamalkan ajaran agamanya dengan baik dalam konteks keagamaan dan kebangsaan. Dalam waktu yang sama, lanjutnya, kita sekalian para guru-guru inilah yang menyiapkan generasi penerus untuk mengisi dan  melanjutkan masa depan pembangunan dan kejayaan republik tercinta ini.

“Dengan peran yang strategis inilah, maka dalam situasi apapun dan dalam  kondisi  bagaimanapun,  guru-guru  agama harus menjadi benteng terkuat untuk tetap merekatkan persatuan dan kesatuan, menatap optimis kedepan kejayaan dan  kehebatan Indonesia yang kita sebut sebagai Indonesia yang raya itu”, tegas Musta’in.

Maka sebagai bentuk penghargaan, lanjutnya, semua guru agama yang memenuhi persyaratan diikutkan dalam proses sertifikasi guru. Setelah mendapatkan sertifikat sebagai tenaga profesional, para guru itu akan menerima tunjangan profesional yang pembayarannya diberikan paling lama dua bulan sekali.

Sementara itu,Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo  menyampaikan terima kasih kepada Kemenag Kota Surakarta yang telah memprakarsai kegiatan pembinaan Penguatan Wawasan Kebangsaan Bagi Guru Agama Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta. Bahwa peran guru agama itu sangat penting, karena guru-guru agama ini adalah pencetak generasi masa depan tetapi terkadang kesejahteraannya sering terabaikan.

“Kewajibannya (guru) mencerdaskan bangsa, sehingga haknya secara materi harus diberikan secara penuh, (dan) tentunya ini menjadi perenungan kita bersama,” ungkap Rudy.

Asisten Kesra Pemkot Surakarta, H Said Romadlon mengingatkan bahwa para guru agama ini memberikan pelayanan kepada masyarakat  maka wawasannya  harus luas, apalagi di forum silaturrohim ini. Disamping itu, guru juga harus saling menghargai dan tahu masalah adat istiadat dan perilaku, sikap dari berbagai daerah lain, karena kehidupan ini, 20 atau 30 tahun kedepan akan mengalami suatu perubahan.

“Tanpa itu, kita tidak mungkin bisa merubah perilaku anak didik kita, kadang-kadang merubah diri sendiri saja sulit apalagi merubah perilaku orang lain,” ujarnya.

Lebih jauh Said mengatakan bahwa sejatinya guru, dapat mengubah perilaku yang baik menjadi lebih baik, maka tidaklah salah jika organisasi dunia seperti PBB, mewajibkan belajar itu bisa dilakukan seumur hidup. (abdus-rma/bd)