Guru Agama Islam Pembawa Misi Kerasulan

Purbalingga – Guru Agama Islam di sekolah umum memiliki kedudukan layaknya kyai, nyai dan para ulama di masyarakat. Dikatakan demikian karena peran Guru Agama Islam di sekolah adalah mengemban amanah Rasulullah SAW untuk menyampaikan ajaran Islam kepada umat manusia. Membimbing peserta didik membaca Alquran dan aktifitas keagamaan lainnya di sekolah adalah dakwah langsung para Guru Agama Islam. Hal tersebut disampaikan Plt. Kasi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Kholidin saat membuka Workshop Penilaian Kurikulum 2013 bagi Guru PAI di Aula Bale Apoeng Bojongsari, Kamis (27/09).

Usai membuka workshop, Kholidin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti  40 peserta yang terdiri dari Guru Pendidikan Agama Islam tingkat SD, SMP, SMA/ SMK. Kegiatan yang digelar sehari tersebut menghadirkan 3 orang narasumber.

“Materi Kebijakan Kementerian Agama disajikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga Karsono, Penilaian HOTS oleh Pengawas PAI SMP Aminudin sedangkan materi Pengetahuan, Sikap dan Ketrampilan disajikan oleh Pengawas PAI SD Sutaryo,” jelas Kholidin.

Pada awal penyampaian materi sesi kedua, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Karsono menandaskan kepada para peserta agar waspada dengan paham sempalan. “Dari luar nampak Islam, namun di dalamnya ada paham yang merusak akidah Islam dan merusak sendi-sendi NKRI. Ini tidak hanya menjadi tugas Guru PAI saja, tetapi tugas  yang membutuhkan  kerja sama dengan berbagai pihak. Khusus untuk sekolah-sekolah umum, hal ini dibidangi langsung oleh Guru PAI,” tandas Karsono.

Tanggapan Positif

Kegiatan workshop di Bale Apoeng tersebut mendapatkan tanggapan positif. Salah satu peserta, Aman Trismanto kepada Humas memberikan tanggapan positifnya.

 “Yang pertama, sangat baik dalam rangka menambahkan pengetahuan bagi kita dalam penilaian K13. Yang kedua, dengan diadakannya kegiatan ini, saya mendapatkan pengalaman dalam penilaian K13. Semoga kegiatan workshop K13 ini sebisa mungkin sering dilakukan agar guru dapat mengetahui kekurangan atau kelemahannya dan mendapatkan tambahan pengetahuan yang bermanfaat, ” ungkap Trismanto.

Guru PAI SMA Negeri 1 Rembang ini juga berharap, agar diperbanyak sesi diskusi pada kegiatan workshop agar keluh kesah para peserta bisa diungkapkan dan ditemukan jalan keluarnya. Selain itu juga diperbanyak sesi praktik untuk membantu guru PAI dalam melaksanakan penilaian K13. (sar/gt)