Guru Agama Katolik Belajar Media Pengajaran.

Semarang (Bimas Katolik)“Perjumpaan adalah sarana untuk membangun harmoni yang dapat menimbulkan kedamaian dan kesejahteraan lahir batin”, demikian sambutan Farhani, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jateng ketika mengawali sambutannya dalam Upacara Penutupan kegiatan Workshop Media Pengajaran Pendidikan Agama Katolik di Surakarta.

Harapan Farhani, kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 7 s.d. 9 Maret 2017 ini dapat dijadikan oleh para Guru Agama Katolik se Jateng sebagai kesempatan untuk “Berinovasi dan  berkreasi dengan hal baru”, sehingga dapat menghasilkan pengajaran yang menyenangkan dan menggembirakan bagi anak didiknya.

Meskipun kegiatan hanya diselenggarakan selama 3 hari dan diikuti oleh 50 orang peserta, namun apa yang telah diterima dari narasumber hendaknya dapat diimplementasikan dalam mengajar kepada peserta didik di sekolah masing-masing.

Farhani juga prihatin dengan kekurangan Guru Agama Non Muslim seperti Guru Agama Katolik karena pensiun dan keterbatasan pemerintah untuk mengangkat Guru Agama Katolik baru, karena “Idealnya setiap satuan pendidikan harus mampu memberikan pembinaan iman kepada setiap peserta didik”, demikian pernyataan Farhani.

Guru Agama Katolik yang sebagian besar telah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) hendaknya juga diimbangi antara meningkatnya kesejahteraan ekonomi dengan meningkatnya ketrampilan dalam menggunakan media pengajaran di sekolah.

Farhani menegaskan bahwa peran Guru Agama Katolik dianggap sangat penting keberadaannya dalam pembinaan moral anak bangsa di masa datang. Hal ini dapat dibuktikan dengan besarnya dukungan anggaran sebesar 85% dialokasikan untuk bidang pendidikan.

“Jangan pernah berhenti untuk memajukan pendidikan iman, karena kebijakan pemerintah selalu berpihak kepada Kementerian Agama”, demikian pernyataan Farhani menutup sambutannya. (HeriSun/bd)