Guru Agama Katolik Dituntut Selangkah Lebih Maju

Klaten – Guru atau pendidikan adalah ujung tombak bagi pendidikan generasi bangsa, oleh karena itu kompetensi guru sebagai agen pembelajaran sesuai amanah Undang-undang dan Peraturan Pemerintah selayaknya menjadi perhatian besar bagi masyarakat dan pemerintah.

Sehubungan dengan hal itu, Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, menggelar acara Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Agama Katolik se Kabupaten Klaten yang berlangsung di Taman Eden 2 Kaliurang yang diikuti sebanyak 40 guru SD, SMP, SMA/SMK, (1/8).

Pengawas Agama Katolik, FX. Joko Prayitno dalam laporan ketua panitia menyampaikan, workshop dengan mengambil tema “Implementasi Multimedia Pembelajaran dalam Kurikulum 2013” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi guru agama Katolik agar dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin.

“Selain itu, guru akan dapat menerapkan multimedia pembelajaran sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali yang sesuai dengan Kurikulum 2013, sehingga kompetensi guru akan meningkat,” kata Joko.

Diharapkan, kegiatan ini yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan, dan proses belajar mengajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Masmin Afif mengatakan, ini sangat sesuai dengan misi Kementerian Agama yaitu  meningkatkan akses dan kualitas pendidikan umum berciri agama, pendidikan agama pada satuan pendidikan umum, dan pendidikan keagamaan.

“Guru sebagai corong pemerintah dalam rangka membangun dan membina generasi muda calon pemimpin masa depan agar memiliki pendidikan dan moral yang baik,” kata Masmin.

Masmin Afif mengingatkan kepada peserta workshop untuk tidak hanya mendidik untuk kepentingan akademik saja namun juga tetap mengajarkan akhlak mulia sebagai pembiasaan dalam kehidupan sehari- hari.

“Sebagai Guru Agama harus selalu ingat bahwa selain memajukan di bidang intelektual anak didik, juga diperlukan kemajuan di bidang akhlak atau moral. Apalagi agama selalu mengajarkan kepada kita untuk terus berbuat kebajikan dan meninggalkan perbuatan tercela,” tandas Masmin.

Pada kesempatan ini pula beliau mengajak kepada semua peserta workshop agar dalam melaksanakan tugas dan fungsi untuk melayani anak didik di sekolah selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip agama, akhlak mulia dan menampilkan budaya kerja yang profesional.

“Dengan workshop implementasi multimedia ini, guru akan selangkah lebih maju dalam dunia teknologi pembelajaran, kualitas pembelajaran akan diperoleh akan lebih baik,” harap Masmin.(ad_aj)