Guru Agar Memiliki Integritas Tinggi

Rembang–Naik pangkat dan golongan merupakan impian setiap Aparatur Sipil Negara (ASN). Seorang ASN bisa naik pangkat dan golongan jika telah memenuhi Angka Kredit yang telah ditentukan oleh pemerintah. Angka Kredit yang muncul merupakan angka hasil penilaian kinerja ASN.

Demikian mengemuka dalam penyelenggaraan Workshop “Implementasi Permenpan RB No. 16 Tahun 2009 dan Penilaian Angka Kredit Guru yang dilaksanakan di MAN Rembang selama dua hari (29-30/11). Adapun peserta workshop adalah guru-guru dari MAN Rembang, MA Mamba’ul Ulum Sumber, MA Wali Songo, dan MA Ar Rohman Bulu.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang Drs. H. Atho’ilah, M.PdI dalam sambutannya mengatakan bahwa seorang ASN memiliki beberapa kriteria, yaitu integritas, profesional, inovasi yang lebih baik, tanggung jawab, dan uswah khasanah.

“Integritas berarti bekerja total dan jujur. Profesional berarti bekerja secara efektif dan efisien. Inovasi berarti selalu membuat perubahan baru yang lebih baik dari hari kemarin. Tanggung jawab berarti menyelesaikan pekerjaan dengan kesungguhan hati dan dapat mempertanggungjawabkannya, dan uswah hasanah berarti mampu menjadi suri tauladan yang baik,” jelasnya.

Sementara Kepala MAN Rembang, Drs. H. Masyhuri, MH berharap agar terjadi diskusi dan sharing antara peserta dengan narasumber, sehingga peserta memahami dengan detail tentang Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Bertindak sebagai narasumber lainnya, H. Mardi, S.Pd., MT dan Drs. Nur Hasan, M.Pd dari Kementerian Pendidikan Kabupaten Rembang. Mardi menitik beratkan pada kompetensi guru. Diuraikannya, penilaian kompetensi guru terdiri atas kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Masing-masing kompetensi tersebut dijabarkan lagi menjadi beberapa indikator.

Sementara itu, Drs. Nur Hasan, M.Pd menyampaikan tujuan PKB adalah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Adapun komponen PKB adalah pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif.

Di akhir acara workshop, para peserta bersama dengan nara sumber mencoba menghitung angkat kredit, sehingga para peserta workshop bisa mengetahui kapan bisa naik pangkat dan apa yang harus dikerjakan jika angka kredit yang telah diperoleh masih belum memenuhi.(sutejo/shofatus)