Guru Agar Menata Hati dan Selalu Ikhlas Dalam Bekerja

Mungkid – Untuk mewujudkan slogan Madrasah Hebat Bermartabat, keikhlasan dalam bekerja agar menjadi selalu menjadi ruh bagi para guru dalam mengajar. Apalagi kondisi guru saat ini kondisinya sangat berbeda dibandingkan guru-guru madrasah beberapa tahun yang lalu. Dengan mengedepankan keikhlasan, maka dimanapun bertugas para guru selalu akan mendapatkan hasil yang barokah.

Demikian pesan Kepala Kantor Kemenag kab. Magelang Mad Sabitul Wafa kepada 300 orang Guru RA/BA, MIS, MTsS, dan MAS sekecamatan Kaliangkrik pada Pembinaan Guru Jajaran Kementerian Agama Kecamatan Kaliangkrik, di Balai Desa Giriwarno, Kaliangkrik, Kamis (22/02).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Bimas Islam Agus Syafei, Kasi Pendidikan Madrasah Muslih, Kasi PHU Hanif Hanani, Forkompincam Kaliangkrik, dan Pengawas Pendidikan Islam Ahmad Sai, serta para Purnawirawan Guru Agama Islam di Kaliangkrik.

Kepada para guru Sabitul Wafa berpesan sebagai berikut.

Pertama, para Guru agar meneladani keikhlasan para senior pendidikan madrasah, yang senantiasa ikhlas mengabdikan diri dan mendedikasikan dirinya untuk kemajuan madrasah di Kaliangkrik.

Kedua, pemerintah senantiasa akan memperhatikan para Guru. Wafa menyampaikan bahwa kondisi guru-guru saat ini sangat jauh berbeda dengan guru madrasah masa lampau.

“Jika dulu tidak ada program pembangunan di bidang madrasah, maka kita lihat saat ini bagi guru yang belum PNS agar jangan berkecil hati, jika sudah mememenuhi kompetensi maka akan diberikan tunjangan sertifikasi,” kata Wafa.

“Perjalanan pemerintah terus berkembang, agar selalu ikhlas agar dimanapun bertugas mendapatkan hasil yang barokah,” lanjutnya

Ketiga, laksanakan tugas mengajar dengan baik dengan senantiasa ikhlas.

“Senantiasalah melayani dengan penuh ikhlas. Bagi guru-guru jika ada keperluan ke Kantor Kemenag, agar  jam 1 ke atas sehingga bisa menunaikan tugas pada madrasahnya,” katanya.

Ketiga, jadikan 5 Budaya Kerja Kementerian Agama sebagai kebiasaan.

“Maknai keteladanan, di manapun kita berada agar selalu menjadi teladan bagi siapapun,” pesannya.

Sabitul Wafa mengingatkan kepada para guru agar mengingat tiga perkara yang nanti akan menyelamatkan, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih. Ketiganya akan didapatkan oleh para Guru jika para guru benar-benar dapat mengabdi dengan baik, penuh dedikasi dan keikhlasan.

“Mari mencontoh para senior, tanpa peran para senior tidak mungkin generasi menjadi lebih baik. Bagaimana menjadikan pendidikan menjadi pendidikan karakter yang bisa dicontoh oleh masyarakat Kaliangkrik,” ajak Wafa.

Keempat, membangun komunikasi yang baik dengan Kantor Kemenag sehingnga setiap permasalahan bisa diselesaikan.

“Mari kita bangun komunikasi yang baik. Ditata hatinya, yang ikhlas. Jika mengurus sesuatu belum bisa dilayani dengan baik sampaikan. Begitu juga jika memuaskan, mohon disampaikan,” katanya.

Setelah Pembinaan selesai, Sabitul Wafa mewakili Kantor Kemenag Kab. Magelang menerima penyerahan hibah tanah dari Forum Komunikasi Purnawirawan Guru Agama Islam Kecamatan Kaliangkrik.

Setelah diserahkan, tanah tersebut akan dibangun layanan One Stop Service untuk pelayanan nikah, manasik haji, pengawas pendidikan, dan kegiatan bidang keagamaan lainnya.

Tanah yang diserahkan saat ini berdiri gedung PPA dan KUA Kec. Kaliangkrik, merupakan hasil mengiur para Guru Agama Islam sekecamatan Kaliangkrik pada tahun 1968 s.d. 1973. (am/bd)