Guru Berhati-hati Gunakan Media Sosial

Banjarnegara – Jaman global dengan dukungan teknologi informasi menjadikan semua orang bisa mengakses informasi yang buruk dan baik melalui berbagai media yang ada. Adapun sosial media (sosmed) semua umur bisa menggunakannya tidak terkecuali Aparatur Sipil Negara (ASN).

Melalui media sosial ASN juga bisa juga berekpresi, tukar menukar informasi dengan metode unduhan dan juga sharing. “Sebenarnya tidak ada yang salah, namun ASN perlu memperhatikan etika dalam menggukana media sosial tersebut,” ungkap Bambang Budi S. Selaku Kasi Kurikulum Dikmen Dindikpora Kabupaten Banjarnegara dalam acara Rakor USBN PAI  (28/02) di Aula masjid Al Ikhlas Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara.

Media sosial sekarang bisa diakses dalam genggaman berupa Andorid, jadikan kemudahahan dalam penggunaanya. Selain mobile/ mudah di bawa, kebutuhan akses internet yang semakin cepat, mudah dan murah menjadikan informasi mudah sekali diproses.

Dihadapan 60 peserta yang terdiri dari UPT Dindikpora kecamatan, Kepala UPT dindipora Kecamatan, Pengurus MGMP SMP/SMA, dan Pengurus KKG SD sekabupaten Banjarnegara Bambang Budi berharap guru sebagai contoh untuk lebih berhati-hati menggunakan media sosial.

Pesan ini disampaikan terkait dengan adanya ASN yang tersandung masalah dengan share berita hoax dan telah masuk ke ranah hukum. Kerugian sekali bagi ASN yang tidak bisa menahan diri dengan menyebaran berita yang belum pasti, tidak tabayyun, dan apalagi ada pengaduan dari pihak yang merasa di rugikan dengan adanya berita tersebut.

Untuk pelaksanaan ujian tahun ini Bambang Budi berharap untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya juga jangan di anggap biasa karena termasuk tugas negara.”Menggunakan uang negara dan bertanggung jawab kepada negara,” pungkasnya. (Nangim/bd)