Guru dan Penyuluh Garda Terdepan Pencegahan Radikal

Semarang (Inmas) – Guru dan penyuluh merupakan salah satu  ujung tombak serta pangkal dari kepanjangan tangan pemerintah yang langsung berhubungan dengan masarakat, mereka jugalah yang ikut langsung dalam  membangun serta mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai dengan amanat undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Dalam rangka pencegahan radikalisme, Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah adakan Pembinaan ASN, Penyuluh Agama dan Guru Non PNS se-Exs karesidinan Surakarta yang di ikuti oleh 1500 peserta yang terdiri dari Guru dan Penyuluh ber NIP maupun Non NIP yang dilaksanakan di Hotel Diamon Kota Surakarta Sabtu, 28 Oktober 2017 dengan mengambil tema “Pencegahan Radikalisme berbasis Agama”.

Kegiatan di hadiri oleh Anggota DPR RI komisi XI Romahurmuzi, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani, Para Kepala Bidang pada Kanwil Kementerian Agama Prov. Jateng serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Farhani menyampaikan SK  Penyuluh Agama dan Guru Non PNS semua sudah dikirim ke Kantor Wilayah Kementerian Agama, dan pada gilirannya kanwil tidak boleh menyimpan dan semua itu harus segera dibagikan pada para guru.

Farhani juga mengatakan “setelah SK terbit ami merasa sukur namun setelah SK terbit ternyata belum selesai, yang ditunggu para guru tidak hanya SK, masih ada kelanjutannya, apa artinya SK kalao tidak ada alokasi anggaran” katanya

Selanjutnya “para penyuluh merupakan garda terdepan dalam menyampaikan program-program pemerintah padahal gajinya hanya 500 000 dipastikan belum layak bagi penyuluh kita, ini pentingnya kita menghadirkan mendatangkan wakil rakyat yang bersinggungan langsung yang ada manfaatnya kepentingan kita” lanjutnya.

Sekalipun honornya hanya 500 000, namun para penyuluh dalam melaksanakan tugas tidak kenal waktu dari pagi, siang, sore dan malam, tetap melaksanakan tugas dan fungsi, dengan betul-betul dengan penuh tanggungjawab, dalam menyampaikan program pemerintah.

Dalam Pembinaan juga diserahkan secara simbolis SK Impassing oleh Muchammad Romahurmuziy dan didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani dan Kepala Bidang Madrasah Ahmad Saifullah. (bd)