Guru dan Penyuluh Harus Bermoral Baik

Kebumen – Menjawab tantangan zaman saat ini bagi guru dan penyuluh sangatlah berat, sikap dan perilaku peserta didik perlu mendapat perhatian yang serius, oleh karena itu guru dan penyuluh harus bermoral baik. Hal ini disampaikan Kepala Kankemenag Kebumen melalui Kasi Bimas Islam, Khamid, saat membuka diklat bagi guru dan penyuluh di aula hotel Meotel Kebumen, (11/3).

Terkait hal itu Khamid merasa bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat sekarang ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan moral peserta didik, terutama para siswa madrasah dan santri pondok. “Teladan melalui sikap dan moral yang baik bagi guru dan penyuluh saat ini merupakan keniscayaan,” tuturnya.

Selain itu dia merasa bersyukur atas pelaksanaan DDWK ini, karena peserta tidak harus mengikuti diklat ke BDK Semarang yang jarak tempuhnya cukup jauh. “Kami merasa senang pelaksanaan diklat saat ini bisa dilaksanakan di Kebumen melalui Program DDWK, karena peserta tidak perlu menempuh jarak yang jauh sampai ke Semarang,” ucapnya.

Diklat substantif yang terbagi menjadi dua angkatan antara guru dan penyuluh agama honorer (PAH) merupakan program Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) dari Balai Diklat Kegamaan (BDK) Semarang bekerja sama dengan panitia lokal Kemenag Kebumen. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 11-16 Maret 2019 dengan jumlah peserta 80 orang.

Pertahankan Prestasi

Kepala BDK Semarang melalui perwakilannya, Hj Nurul Kamilati menyampaikan bahwa Kemenag Kebumen mempunyai raihan prestasi yang cukup memuaskan dengan kepesertaan diklat terbaik di wilayah Jawa Tengah. “Oleh karena itu supaya dipertahankan,” ucapnya. “Dan ini juga merupakan bagian dari mempertahankan prestasi tersebut,” imbuh Nurul.

Nurul merasa DDWK ini tidak akan berhasil mencapai tujuan tanpa partisipasi aktif dari peserta, maka dia butuh dukungan dan masukan agar pelayanan BDK Semarang semakin baik. “Karena kami hadir disini untuk melayani,” pungkasnya.(pt/Wul)