Guru dan Siswa Sudah Masuk PTM, Begini Tanggapan Mereka

Rembang – Selama pandemi dalam kurun sekitar 1,5 tahun, pembelajaran di hampir semua lembaga pendidikan, termasuk di madrasah formal dijalankan dengan sistem daring. Sistem ini tentunya berdampak secara positif dan negatif. Namun yang pasti, para siswa, guru hingga orang tua sudah ingin sekali melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Dalam perpanjangan PPKM yang berlangsung mulai awal September 2021 kemarin, Kabupaten Rembang sudah memasuki level 2. Sehingga, sebagian madrasah sudah melakukan PTM ini, utamanya madrasah yang sudah mengantongi izin dari Satgas Covid19 Kecamatan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang.

Dimulainya PTM ini, meskipun secara terbatas, menghadirkan gairah dan semangat siswa, guru dan orang tua. Bagaimana tidak? Selama 1,5 tahun mereka hanya bisa bertemu lewat online. Tak terbayangkan bahagia dan senangnya mereka bisa bertemu teman-teman satu kelas, apalagi dengan guru mereka.

Semangat siswa ini di antaranya diungkapkan oleh Muhammad Nizam Budin, siswa kelas IX2 MTsN 4 Rembang. Nizam mengungkapkan senang dengan digelarnya PTM ini. “Saya senang sekali akhirnya pembelajaran tatap muka dimulai lagi. Bisa bertemu dengan Bapak/Ibu Guru dan teman-teman,” katanya dengan ceria ketika diwawancara Sabtu (4/9/2021).

Siswi lain yaitu Selviana Dwi Indriani dari MTsN 1 Rembang. Selvi alhamdulilah setelah menunggu kurang lebih 1,5 tahun akhirnya sudah bisa masuk sekolah lagi. Senang karena bisa mendengarkan keterangan langsung dari Bapak/Ibu Guru. Namun ketika masuk kita harus tetap mematuhi prokes,” kata Selvi.

Tak hanya siswa. Guru pun menyambut PTM ini dengan penuh semangat. Nurul Chotimah, guru MAN 2 Rembang bersyukur PTM telah dilaksanakan meskipun secara terbatas. “Alhamdulillah PTM berjalan lancar dan anak anak juga senang karena belajar daring hampir 1 tahun lebih. Ada kesan yang lain ketika kita berinteraksi dengan siswa secara langsung,” tutur Nurul.

Sulastri, guru mapel IPA MTsN 4 Rembang menyambut gembira digelarnya PTM. “Kami maupun wali siswa menyambut dengan antusias pembelajaran tatap muka. Hal ini dibuktikan dengan orang tua wali siswa yang membekali anak dengan air minum dan snack dari rumah. Saya juga lebih bersemangat dalam mengajar karena dapat menyampaikan materi pembelajaran secara langsung kepada siswa,” ungkapnya dengan  antusias.

Tanggapan senada juga disampaikan Siti Suwaibah, guru Mapel Fikih MTsN 4 Rembang. Diakui, pembelajaran daring yang selama ini ada sedikit kendala, di antaranya kuota internet dan kejenuhan yang dialami siswa. “Semoga PTM ini terus berjalan lancar dan pandemi cepat berakhir sehingga semua siswa dapat masuk 100 %,” ucapnya. – eh/bd/iq