Guru Harus Disiplin Upload Absensi Kehadiran di Simpatika

Semarang – Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Semarang, Moch Fatkhuronji minta para pengawas untuk selalu mengingatkan guru binaannya agar tiap bulan mengunggah (upload) bukti absensi kehadiran mengajar  di aplikasi Simpatika. Upload absensi diperlukan untuk mencetak berkas Surat Keputusan Analisa Kelayakan Penerima Tunjangan (SKAPT).

Permintaan tersebut disampaikan Fatkhuronji saat Rakor dengan pengawas Kemenag Kota Semarang di ruang Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), Senin (30/10). Rakor yang membahas pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) ini diikuti seluruh pengawas madrasah dan pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI).

 “Salah satu syarat pencairan TPG adalah cetak berkas SKAKPT melalui aplikasi Simpatika, maka bagi guru yang belum cetak, maka tunjangannya belum dapat dibayarkan,” kata Fatkhuronji.

Fatkhuronji merasa prihatin, dari 1.144 guru penerima TPG yang dicairkan Kemenag Kota Semarang, masih ada 50 guru dari berbagai jenjang, RA, MI, MTs, dan MA yang belum bisa dicairkan karena tidak bisa cetak SKAKPT.

Berkaitan dengan hal ini, tandasnya, para pengawas diharapkan selalu mengingatkan guru binaannya agar tertib administrasi yang dipersyaratkan dalam Simpatika. Ketika melaksanakan pembinaan dan supervisi di madrasah binaannya, pengawas dapat menyampaikan hal tersebut.

Ditambahkan Fatkhuronji, jika ada guru yang bermasalah dalam syarat administrasi TPG, maka dapat menghambat pencairan TPG  guru secara keseluruhan. Aturan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) mengatur pembayaran TPG dalam satu Surat Perintah Membayar (SPM), tidak boleh parsial.

“Jika ada satu saja guru yang bermasalah, maka dapat menghambat yang lain,” pungkasnya. (Amh/gt)