Guru Harus Mempunyai Konsep Membiasakan yang Benar

Temanggung – Guru Pendidikan Agama Islam mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas kepribadian dan penanaman nilai-nilai keislaman dan ahlakul karimah bagi anak didik. Selain itu, Guru Pendidikan Agama Islam juga mempunyai peran sebagai infomatory artinya guru harus bisa memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum, informasi yang baik dan efektif diperlukan dari guru.

Kesalahan informasi adalah bagaikan sebuah racun bagi anak didik, untuk menjadi informatory yang baik dan efektif, penguasaan sistem informasi dan teknologi sebagai kata kunci dalam memberikan informasi kepada anak didik atau memberikan informasi dan data kepada pemangku kepentingan.

Menyadari hal tersebut, Sie PAIS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Selasa (16/10), menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengolahan Data bagi GPAI Sekolah Umum.

Kegiatan yang berlangsung di Resto Omah Kebun Temanggung tersebut, dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, Drs. H. Saifudin, M.Pd.I.

Dalam sambutanya H. Saefudin menekankan perlunya para Guru Agama Islam untuk meningkatkan kedisiplinan dalam segala bidang. Terutama disiplin dalam melaksanakan tugas yang berkaitan dengan pengolahan data yang berbasis pada teknologi informasi.

“Kegiatan ini merupakan suatu indikasi peningkatan kualitas guru PAI, sebab guru PAI itu harus menjadi suri tauladan dan menembus keberhasilan anak didiknya. Oleh karena itu, sebagai guru PAI harus menjadi ujung tombak dalam pendidikan untuk mencapai keberhasilan dalam mencetak anak didik yang berakhlakul karimah ke depannya,” jelas Saefudin.

“Seorang guru harus mempunyai konsep membiasakan yang benar, jangan membenarkan yang biasa,” tegasnya.

Sementara menurut M. Nasichin, selaku koordinator penyelenggara, menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini menghadirkan Nara sumber Kasi PAIS Kantor Wilayah Kementerian Agama  Provinsi Jawa Tengah, H. Muizzudin. Adapun Materi yang disampaikan narasumber berkaitan dengan EMIS dan penerapan aplikasi baru SIAGA (Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama).

“Diharapkan agar para GPAI dapat selalu mengikuti setiap perkembangan pengolahan data yang dikelola Kementerian Agama, agar tidak terjadi persoalan yang dapat berakibat pada banyak hal, seperti tidak diterimanya TPG karena kesalahan pengolahan data,” kata Muizzudin dalam paparannya.

Acara workshop tersebut didahului Sosialisasi Penyelenggaraan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) dan Penilaian Kompetensi (PK) GPAI secara online dalam rangka pemetaan kompetensi GPAI. Adapun para Peserta terdiri dari Guru PAI yang diwakili ketua FKG, KKG, MGMP SMP dan SMA/SMK, juga Operator EMIS masing- masing Kecamatan dan jenjang. (nm-sr/sua)