Guru Harus Punya Ketrampilan dan Keahlian Menyusun Soal

Pekalongan-Guru harus punya ketrampilan dan keahlian menyusun soal, sehingga dengan soal-soal yang baik apakah dalam pelaksanaan ujian kenaikan kelas maupun ujian akhir semester akan dapat mendorong dan mempengaruhi mutu pendidikan anak dan juga madrasah. Pembuatan soal sebagai alat bagi guru dalam melakukan evaluasi dan penilaian haruslah menjadi makna, bagi anak didik dalam meniti jenjang pendidikanya, demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, Imam Tobroni, saat  membuka acara workshop  penyusunan soal ulangan kenaikan kelas (UKK) dan Ujian Tingkat MI (Madrasah Ibtidaiyah) tahun pelajaran 2016-2017, di hotel Istana Pekalongan Selasa (08/02), yang diikuti oleh Kasi Penmad, Pengawas MI dan kepala MI se-kota Pekalongan.

Kegiatan penyusunan soal ulangan kenaikan kelas (UKK) dan ujian tingkat MI (Madrasah Ibtidaiyah) tahun pelajaran 2016-2017 dimaksudkan, “untuk meningkatkan mutu dan kualitas soal ujian sehingga hampir sama dengan ujian nasional,” kata Imam Tabroni.

Untuk mendukung kegiatan workshop tersebut, telah dipersiapkan tenaga fasilitator dan narasumber dari LPMP Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya Imam Tabroni mengatakan, bahwa disaat guru menuangkan nilai mapel tertentu kepada anak didik, maka nilai itu harus dapat dipertanggung jawabkan, sedangkan bagi guru yang telah mempunyai keahlian menulis soal, ia dengan mudah dapat membaca kemungkinan soal atas kisi-kisi ujian, walaupun penulisan soal adalah sebenarnya merupakan tugas komperhensif guru dari seorang guru menyusun perencanaan.

Lebih lanjut Imam Tabroni mengatakan, dengan diadakan workshop penyusunan soal ulangan kenaikan kelas (UKK) dan dan ujian tingkat MI, diharapkan menjadikan panduan sebagai acuan dalam menjalankan fungsi dan tugas masing-masing guru, dengan tetap meningkatkan sikap profesional dalam melakukan pelayanan, sehingga tujuan yang diharapkan melalui kegiatan ini dapat dicapai secara optimal. (ms/rf)..