Guru : Idola Siswa-Siswi RA

Rembang — Pengelola Raudlatul Athfal (RA) di Kabupaten Rembang diminta segera melengkapi data Education Management Information System (EMIS). Data tersebut diminta untuk diisi secara akurat dan valid.

Demikian disampaikan oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Drs. Jasim, M.Pd.I dalam kerja kelompok pengisian EMIS bagi pengelola data EMIS RA se-Kabupaten Rembang, pagi tadi (20/11) di aula Kankemenag Kabupaten Rembang. “Kalau bisa dituntaskan hari ini”, tandasnya.

Jasim mengatakan, data EMIS RA sangatlah penting sebagai acuan pengambilan keputusan pemerintah. Sebagai contoh tunjangan profesi guru, dan lainnya. Data yang harus divalidasi pula, lanjut dia, adalah status tanah yang tidak boleh atas nama hak milik pribadi. Hal ini untuk menghindari permasalahan jika ada persengketaan status tanah dan bangunan.

Sementara pengawas PAIS pada RA Kecamatan Sarang, H. Solikhun S.Ag mengatakan, pengisian data EMIS harus dilakukan secara cermat dan teliti. “ Data harus sesuai dengan apa yang ada di lapangan”, tandasnya.

Idola

Jasim meminta kepada guru RA agar serius dalam mendidik peserta didik yang dikategorikan dalam usia dini. Utamanya, bagi guru RA yang sudah mendapatkan tunjangan profesi atau sudah mendapatkan SK inpassing.

Meskipun diakuinya, mendidik anak usia dini tidaklah ringan. Namun, karena usia dini adalah usia emas, maka mendidik secara benar merupakan kewajiban bagi setiap guru RA. “Pendidikan yang menentukan adalah pendidikan usia dini. Oleh karenanya, mendidik dengan penuh ketelatenan, insya Allah akan menjadi suatu kebaikan tersendiri”, ujarnya.

Pengawas RA lainnya, H. Nur Khamid S.Ag menambahkan, guru RA haruslah memberikan keteladanan yang baik bagi peserta didik. Sebab, menurut penelitian, guru merupakan sosok yang diidolakan bagi siswa RA/TK dan PAUD.

“Berdasarkan sebuah penelitian pada siswa-siswi TK, SD, SMP, dan SMA, siswa TK mengidolakan guru. Sementara siswa SD dan jenjang sekolah di atasnya mengidolakan tokoh-tokoh yang sedang fenomenal. Karena apa pun yang dikatakan atau diperbuat guru, itulah yang ditiru oleh siswa RA.,” paparnya.—-Shofatus Shodiqoh.