Guru IGRA Sebagai Jantung Pemulihan Pendidikan Anak Usia Dini Kabupaten Brebes

Brebes – Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Brebes menggelar hari Ulang Tahun (Harlah) IGRA ke 19, Sabtu (30/10/2021) di Wisata Besaran Jatibarang , Pembukaan Harlah yang bertema “Membangun Guru Tangguh di Era Digital Menjadi Jantung Pemulihan Pendidikan di Masa Pandemi”, ini digabungkan dengan kegiatan Outbond bagi pengurus IGRA dari 17 Kecamatan sebagai sarana silahturahim.

Menurut Ketua PD IGRA Kabupaten Brebes Ibu khusnul Khotimah, Harlah ini diikuti oleh 100 orang perwakilan dari 17 Pengurus Cabang (PC) se-Kabupaten Brebes. Harlah  dengan agenda beberapa kegiatan lomba yaitu  Kreasi Hantaran dan Cerdas Cermat.

Acara Harlah dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, yang hadiri pula oleh pengawas madrasah Bapak H. Wahidin dan H. Robikhun.

Dalam sambutannya sebelum membuka acara harlah, Kakankemenag Brebes memaparkan panjang lebar sejarah dan kiprah Raudhatul Athfal (RA) dan madrasah di bumi pertiwi dalam membangun kecerdasan dan semangat nasionalisme. Kiprah RA, kata H. Fajarin, telah dimulai sejak tahun 1905, jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Kegiatan harlah ini selain sebagai ajang silahturahim antar guru dan pengelola RA Se-Kabupaten Brebes hendaknya dijadikan pemberdayaan gurur-guru IGRA menjadi tenaga pendidikan yang profesional, unggul dan islami,” harap Fajarin.

“Pendidikan anak pada usia RA/TK, yang sering dikenal golden age, dimana pertumbuhan dan perkembangan otak anak begitu cepat, maka pentingnya guru-guru RA untuk dapat meletakan dasar dalam pendidikan sambil bermain. Dengan strategi pembiasaan pada anak didik seperti mengajarkan hafalan doa-doa keseharian, menghafalkan surat pendek dan penamaan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan kecintan kepada  Rasulullah SAW,” jelas pria yang malang melintang 25 tahun menjadi seorang guru di Pemalang.

“Dengan Strategi diatas semoga melahirkan anak-anak yang sholeh dan shalehah, untuk hal tersebut menuntut guru-guru RA, senantiasa berikhtiar mengembangan diri, menggali potensi yang di miliki dan meningkatkan kompetensi dan integritas sehingga bisa menjadi uswahtun hasanah bagi anak didik dan lingkungan sekitar,“ tambahnya.

Puncak acara kegiatan harlah IGRA ke-19, sebelum sudah dilaksanakan lomba Kreasi Hantaran dan Lomba Cerdas Cermat, ketika puncak acara tinggal penyampaian  hadiah untuk pemenang.(Hid/Sua)