Guru Kedepankan Aspek Keteladanan

Mungkid – Guru Madrasah diharapkan dapat mengedepankan keteladanan dalam bekerja dan  bertingkah laku sehari-hari agar dapat menjadi contoh bagi para peserta didik. Kurikulum 2013 pada pendidikan dasar yang muaranya adalah pendidikan karakter unggul, dapat mudah diimplementasikan jika para Guru memberikan keteladanan kepada para siswa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang Mad Sabitul Wafa, saat membuka Workshop Kurikulum 2013 bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah di MAN 1 Magelang, Kamis, (5/07). Kegiatan diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Magelang yang diikuti oleh 608 Guru Madrasah Ibtidaiyah kelas 2 dan kelas 5. Workshop dilaksanakan dalam dua angkatan yang diselenggarakan pada 5 s.d 6 Juli 2018 dan 10 s.d. 11 Juli 2018.

Wafa mengajak para Guru untuk menyukuri profesi sebagai pendidik, sebagai bagian dari umat yang ditakdirkan oleh Allah SWT untuk untuk mendidik generasi membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ikhlaskan dan wakafkan diri menjadi tenaga pendidik dengan baik, dengan keikhlasan dan seluruhnya didedikasikan untuk pendidikan, maka akan menjadikan barokah,” ajak Wafa.

“Jadilah pendidik yang berketeladanan, diawali dari para Guru yang mejadi teladan bagaimana ucapan, disiplin, perilaku dan etika. Ketika sudah menjadi teladan, maka akan diikuti oleh para peserta didik,” imbuhnya.

Wafa menyampaikan bahwa guru memegang peran yang sangat penting dalam peningkatan mutu kualitas pendidikan. Sebaik apapun konsep dan kurikulum yang diterapkan, tanpa disertai keinginan yang kuat dan kesungguhan para Guru maka Kurikulum tersebut tidak akan berjalan.

“Peningkatan mutu kualitas pendidikan harus disertai dengan kesungguhan para guru. Apapun baiknya konsep dan kurikulum tidak akan ada artinya jika guru-guru tidak bersungguh-sungguh,” kata Kakankemenag.

Wafa mengapreasi paa pihak yang telah berusaha keras memajukan madrasah melalui berbagai kegiatan. Wafa menuturkan bahwa Kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah sudah dilaksanakan oleh para Guru, hanya saja tidak terstruktur dan terkonsep dengan baik. Melalui workshop tersebut, diharapkan para guru dapat tergugah untuk melakukan inovasi-inovasi agar pelaksanaan Kurikulum 2013 dapat berjalan dengan baik.

“Ikuti dengan sungguh-sungguh, lakukan inovasi baru misalnya melakukan studi banding kepada madrasah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 dengan baik, atau menitipkan para guru di madrasah tersebut untuk belajar,” pesannya. (am/gt)