Guru, Kunci Keberhasilan dalam Pendidikan

Cilacap – Untuk menghasilkan siswa yang berkualitas harus disiapkan terlebih dahulu guru yang juga berkualitas. Karenanya, guru harus dilatih terlebih dahulu dengan metode dan teknik seperti smart teaching dan hipno teaching.

Smart teaching akan sangat berpengaruh terhadap pengkondisian kelas. Kondisi kelas yang gaduh atau sebaliknya sunyi senyap karena para siswa mengantuk, proses pembelajaran dipastikan terganggu. Teknik smart memaksa guru untuk kreatif membaca situasi kelas, kemudian memunculkan ide-ide terbaik. Selanjutnya, diterapkan pada kegiatan pembelajaran sehingga siswa selalu antusias.

Sedangkan hipno teaching digunakan hanya jika smart teaching tidak berhasil. Teknik ini digunakan secara khusus dan individual bagi siswa yang memang tingkat kreativitasnya tinggi. Setelah dibekali wejangan yang baik-baik melalui alam bawah sadarnya, kenyataan membuktikan bahwa teknik tersebut membuahkan hasil positif.

Ditegaskan lebih lanjut bahwa, di pesantren Daarul Qur’an bukan tidak ada santri atau siswa yang bandel ataupun pemalas. Hanya saja, para guru di sini tidak menganggap itu masalah, tetapi mengatakannya sebagai suatu tingkat kreativitas siswa. Metode hipno teaching dilakukan hanya jika karena terpaksa, dan merupakan langkah terakhir jika langkah-langkah lain tidak berfungsi. Tujuannya, untuk merubah tabiat atau karakter sisiwa sesuai yang diinginkan guru.

Pernyataan tersebut dilontarkan Kepala SMP Daarul Qur’an Tangerang Agus Jumadi, Senin (12/12) kepada peserta studi banding Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3 M) Tsanawiyah Kabupaten Cilacap di Tangerang Banten.

Sementara itu, Ketua K3MTs Kabupaten Cilacap, Mohammad Wahyudin Prasetyo mengatakan, bahwa memilih pesantren Daarul Qur’an karena pihaknya merasa terkesan. Pasalnya, yayasan yang didirikan sekitar tahun 2000-an oleh anak-anak muda ini berkembang sangat pesat.

“Yang namanya studi tidak harus mahal apalagi sampai ke luar negeri. Seperti di Daarul Qur’an ini, kita bisa belajar banyak dari pengalaman para gurunya. Langkah dan strateginya perlu kita terapkan sesuai situasi dan kondisi madrasah kita masing-masing. Sehingga, sepulang dari sini, kita membawa bekal untuk lebih memajukan madrasah,” katanya.

Dari wejangan yang diberikan tuan rumah serta beberapa pertanyaan yang dilontarkan peserta, K3 MTs Kabupaten Cilacap merasa optimis untuk berusaha lebih maju. Tentunya dengan prinsip, keterbatasan bukan sebagai hambatan melainkan tantangan agar berusaha keras untuk menjadi yang terbaik. (budiono/gt)