Guru MA Ibnu Abbas Sragen Terpilih dalam MEE (Microsoft Education Exchange) di Singapura

Sragen – Prestasi yang diraih salah satu guru MA Ibnu Abbas Assalafi Sragen, Tri Haryanto sungguh membanggakan. Ia terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam event global  Microsoft Education Exchange (MEE) 2018 di Singapura tanggal 13 – 15 Maret 2018 lalu. Education Exchange adalah kegiatan tahunan dari Microsoft Corp. yang bertujuan mengumpulkan guru-guru paling inovatif dari semua negara untuk saling berbagi pengalaman dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran di sekolah masing-masing dan belajar mengenal teknologi Microsoft terbaru untuk pendidikan.

Tahun ini Microsoft Indonesia mengirim empat guru yang tersebar seluruh Indonesia : Ari Sumarsono ( Gunung Kidul/ Daerah Istimewa Yogyakarta) sebagai coach,  Tri Haryanto (Sragen/Jawa Tengah), Mansur ( Sidrap/ Sulawesi) dan  Upi Fitriani (Banten).

Menurut Ober Hoseanto selaku Education Program Manager Microsoft Indonesia, guru yang dikirim ke Singapura ini tidaklah mutlak guru yang paling hebat dalam teknologi.

“ Guru inovatif yang terpilih tahun ini dan dikirim ke Singapura bukanlah guru yang paling jago dan paling hebat menggunakan teknologi dalam pembelajaran di sekolahnya, melainkan guru yang selain menggunakan teknologi dalam pembelajaran juga selalu berbagi ilmu ke guru-guru lain sehingga penggunaan teknologi bisa menyeluruh ke semua guru yang ada dilingkungannya” kata Ober Hoseanto.

Sebelum berangkat ke Singapura para delegasi Indonesia ini diberikan pendampingan dan bimbingan dalam mempresentasikan proyek inovasinya dalam bahasa Inggris selama 3 hari di Jakarta.

Kepala MA Ibnu Abbas As Salafy Masaran Agus Sarwono menuturkan bahwa selain mengajar,  Tri Haryanto juga aktif melatih guru-guru tentang penerapan office 365 dalam pembelajaran. Bahkan pada bulan Januari 2018 kemarin telah dikukuhkan sebagai pelatih Nasional IGI oleh Plt. Dirjen GTK Kemdikbud di Gedung A Kemdikbud.

“Tri Haryanto memang guru yang kreatif, ia adalah founder kanal SAGUBASWAY, sebuah kanal pelatihan pembuatan media pembelajaran menggunakan Sway” tutur Agus. Lebih lanjut ia mengatakan “materi pelatihannya adalah bagaimana penggunaan teknologi terutama teknologi terbaru misalnya Microsoft Office 365 yang di dalamnya adalah terdapat beberapa fitur yang memungkinkan kedepan guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran tidak harus selalu di kelas dan tidak menggunakan kertas atau paperless and borderles classroom”.

Sementara itu Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Sragen ketika menerima laporan tersebut mengungkapkan kebanggaannya dan berharap agar prestasi yang telah ada diteruskan dan pengalaman yang didapatkan guru MA Ibnu Abbas bisa ditularkan kepada guru-guru lain. (agus/ira/Wul).