Guru Ma’arif Purbalingga Gelar Aksi Simpatik Peduli Lingkungan

Purbalingga – Sebanyak 1500-an guru berseragam batik Ma’arif dari MI, MTs, SMP, SMA, SMK dan MA yang ada dalam naungan LP Ma’arif NU Purbalingga terlibat dalam aksi simpatik memunguti sampah-sampah yang berserakan di Alun-alun Purbalingga dan dimasukkan ke dalam karung/ kantung-kantung plastik besar yang sudah disiapkan. Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud cinta akan kebersihan sekaligus sebagai suri teladan kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung Senin (11/09) ini dilakukan secara massal pasca kegiatan Dzikir Kebangsaan yang dilaksanakan PCNU Purbalingga di Alun-alun Purbalingga yang diikuti oleh ribuan warga Nahdliyin, Pengurus NU dan ortom tingkat Ranting hingga Cabang juga para guru dan siswa madrasah dan sekolah Ma’arif dalam rangka mengawal Perpres RI No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang baru diterbitkan  Pemerintah .

Sekretaris Pengurus Cabang LP Ma’arif NU Purbalingga Sudiono menjelaskan, kegiatan ini memang sudah direncanakan sebelumnya dan amanat dari Pengurus Cabang NU Purbalingga.

“Kegiatan membersihkan sampah di Alun-alun Purbalingga pasca kegiatan Dzikir Kebangsaan memang sudah direncanakan dan diinstruksikan oleh PCNU kepada seluruh peserta. Tetapi tentu yang lebih peduli dan paham akan hal ini adalah guru-guru kami di naungan LP Ma’arif. Sebagai guru yang mengajarkan Annadlofatu minal iiman mereka tentu lebih paham,” jelas Sudiono.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan Dzikir Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PCNU Purbalingga ini merupakan satu rangkaian dengan kegiatan Halaqah yang diselenggarakan dalam waktu bersamaan di Pendopo Dipokusumo Purbalingga. Kegiatan Halaqah yang mengusung pokok bahasan Dampak Pembelajaran 5 Hari Sekolah (Full Day School) jika Diterapkan ini dimoderatori Kyai Rohib Abdurrahman dari Sokawera – Padamara.

Sedangkan Narasumber Halaqah ada empat orang. Yaitu: 1. Ratmono, S.Ag. M.Pd.I (Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga) 2. Tasdi, SH.MM (Bupati Purbalingga) 3.  Drs. Ahmad Khotib, M.Pd. (Mantan Ketua PCNU Purbalingga) 4. K.H. Fitron Ali Sofyan (Pengasuh Pondok Pesantren An Nahl Karangreja – Kutasari).

Salah satu peserta kegiatan Dzikir Kebangsaan sekaligus Aksi Simpatik, Fuad Ghozali menyatakan kegiatan ini sebagai wujud pengamalan ajaran agama sekaligus untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa umat Islam harus cinta kepada kebersihan.

“Kita bersih-bersih sebagai wujud pengamalan agama,  maka diharapkan masyarakat juga sadar dan cinta kebersihan karena kebersihan adalah sebagian daripada iman,” ungkap Fuad.

“Dengan kegiatan seperti ini Alun-alun Purbalingga akan kembali bersih dan tidak meninggalkan kesan ketika ada kegiatan massal keagamaan selalu meninggalkan sampah yang berserakan,” tambahnya. (sar/gt)