Guru Madrasah Bantu Pembangunan RTLH

Purbalingga – Dalam rangka Hari Guru Nasional Tahun 2017 dan Ulang Tahun PGRI, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ranting Khusus PPAI Kecamatan Kejobong memberikan Dana Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (BR-RLTH) senilai Rp 10.000.000,00 kepada Ibu Admini warga RT 03/RW 01 Desa Sokanegara Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PGRI Ranting Khusus PPAI Kecamatan Kejobong, Muslihun.

Ia menjelaskan bahwa bantuan sukarela dari para guru ini diberikan secara simbolis oleh Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan Kejobong, Muhammad Hasyim selaku Dewan Penasehat PGRI Ranting Khusus PPAI Kecamatan Kejobong. Kegiatan yang dilaksanakan Rabu (29/11) ini juga dimeriahkan dengan penampilan Grup Drumband MI Ma’arif NU Sokanegara yang mengiringi perjalanan Tim menuju lokasi.

“Usai penyerahan bantuan, dilanjutkan peletakan batu pertama yang dilakukan secara berurutan oleh H. Yamin mewakili Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Suwarto. S.E – Camat Kejobong, Danramil, Kapolsek, Ka-UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Puskesmas, Kepala Desa Sokanegara dan tokoh – tokoh masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Muslihun juga menjelaskan bahwa acara tersebut juga disaksikan oleh Kepala MI dan MTs se-Kecamatan Kejobong, para Perangkat Desa, tokoh masyarakat dan puluhan warga sekitar serta  puluhan siswa MI dan MTs terdekat. Ia menambahkan bahwa Bantuan Rehabilitasi RTLH diberikan kepada Orang Tua Siswa Madrasah di lingkungan Kecamatan Kejobong yang masih berada di bawah garis kemiskinan.

“Program ini merupakan kali pertama kita laksanakan, namun demikian harapannya pada tahun yang akan datang kita bisa melaksanakan lagi sebagai bentuk kepedulian PGRI kepada siswa yang orang tuanya masih kurang sejahtera,” pungkasnya.

Dalam sambutan pengarahannya, Muhammad Hasyim menyampaikan agar dana bantuan yang diberikan dapat digunakan sebaik-baiknya.

“Khusus kepada Ibu Admini, saya berpesan gunakanlah dana ini sebaik-baiknya untuk keperluan rehabilitasi rumah agar menjadi rumah yang sehat, bersih, layak huni, dan paling tidak memberikan rasa nyaman serta memotifasi belajar anak-anak yang masih bersekolah baik di MI maupun di MTs,” pesannya.(sar/gt)