Guru Madrasah Harus Dapat Menguasai Metode Pengembangan Penilaian Hasil Pembelajaran

Wonogiri – Sebanyak 40 guru Madrasah Tsanawiyah di lingkungan Kankemenag Wonogiri mengikuti Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) tentang Penilaian Hasil Pembelajaran Bagi Guru Madrasah Tasawiyah yang dilaksanakan Balai Diklat Keagamaan Semarang di Wilayah Kerja Kemenag Kabupaten Wonogiri, 12-18 Maret 2018 di RM. Alami Sayang Ngadirojo, Wonogiri.

Kegiatan pembukaan dihadiri Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang yang diwakili Ketua Panitia Penyusun Bahan  Diklat, Choirul Anwar, dan di buka secara resmi oleh Kasubbag TU Kankemenag Wonogiri, Haryadi, Senin (12/04).

Ketua panitia, Choirul Anwar, dalam sambutannya mengatakan bahwa Diklat Di Wilayah Kerja adalah salah satu program dari Balai Diklat untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di semua wilayah yang menjadi cakupannya, ini harus dilakukan karena ASN seyogyanya menerima 80 jam pendidikan dan pelatihan pada setiap tahunnya.

DDWK ini menurut Choirul juga untuk menjawab usulan dari daerah-daerah yang menginginkan peningkatan kualitas dan kuantitas dari Pegawainya. Karena diketahui bersama dengan banyaknya jumlah ASN tentunya tidak semua bisa di berikan pendidikan dan pelatihan di Balai Diklat Keagamaan Semarang.

Terkait masalah diklat tentang penilaian pembelajaran pada guru madrasah ini, diharapkan para guru dapat menguasai metode pengembangan penilaian pembelajaran sesuai bidangnya masing-masing. Diharapkan juga dari kegiatan ini dapat merubah pola pikir guru dengan mengimplementasikan di lapangan secara baik dan profesional, jangan hanya menjadi bahan pelengkap karena kebutuhan admistrasi semata.

Sementara itu, Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Wonogiri, Haryadi  dalam arahannya mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya DDWK ini untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan pada proses pembelajaran serta sikap mental guru dalam melaksankan tugas dan fungsinya sesuai standart kompetensinya.

"Olehnya saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini kiranya ada nilai tambah bagi peserta, dalam upaya meletakkan profesionalisme sebagai asas dalam berkerja secara konsisten. Saya berharap agar DDWK ini bisa berjalan dengan lancar dan seluruh peserta diharapkan agar bisa mengikuti diklat serta bisa memahami dan menerima seluruh materi diklat dengan baik sehingga kemudian bisa diterapkan di madrasah masing-masing,” ujar Haryadi.

ASN tidak cukup hanya berbekal pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya, namun lebih di perlukan etos kerja yang bercirikan kedisiplinan, koordinatif, diterapkan dalam tugas keseharian sebagai seorang guru.

Dikatakan Kasubbag kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kompetensi administrasi pembelajaran bagi guru Madrasah, maka dia berharap agar materi yang telah didapatkan dapat dicerna dengan baik dan dapat menjadi bekal bagi seluruh peserta diklat  terutama dalam meningkatkan kinerja dan kompetensi di tempat tugas masing-masing. (Mursyid_heri/Wul)