Guru PAI Berperan Besar Menjadikan Anak Saleh/Salehah

Rembang – Pondasi akhlak harus ditanamkan kepada siswa sedini mungkin. Hal ini dipandang penting untuk membentengi anak dari perilaku negatif di zaman keterbukaan informasi yang akan mempengaruhi pola pergaulan yang semakin sulit terkontrol.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi PAIS yang diadakan oleh Seksi PAIS Kankemenag Kabupaten Rembang, Rabu (25/7/2018). Rakor tersebut dihadiri oleh Kasi PAIS, Rofiatun, Pengawas PAI, Abdul Hamid dan Nur Hamid, serta guru KKG PAI SD, MGMP PAI SMP, dan MGMP PAI SMA/SMK.

Rofiatun mengatakan, rakor ini diadakan dalam rangka silaturahim dan untuk membahas persoalan-persoalan yang tengah dihadapi. “Dengan berkoordinasi, kita bisa membahas dan menyelesaikan bersama masalah-masalah yang sedang muncul, demi terciptanya pembelajaran PAI yang berkualitas,” kata Rofiatun.

Sementara Abdul Hamid dan Nur Hamid memberikan arahan kepada guru PAI. Diungkapkan Abdul Hamid, guru PAI mempunyai tanggung jawab besar untuk membentuk karakter anak berdasarkan nilai-nilai agama.

“Terkadang kita temui orang tua yang tidak begitu memperhatikan pendidikan agama anak. Seperti membiasakan anak untuk mengaji dan salat di rumah. Nah, ini PR kita sebagai guru PAI, harus menjadikan anak-anak itu menjadi saleh/salehah,” tandas Abdul Hamid.

Demikian pula terkait pergaulan di lingkungan sekitar. Di rumah pun, guru PAI harus memberikan keteladanan bagi masyarakat sekitar. Sebagai contoh, mengajar ngaji di musholla usai magrib. “Ketika anak-anak mengaji, kita bisa memberikan arahan kepada anak-anak untuk berperilaku baik,” ujarnya.

Senada dengan Abdul Hamid, pengawas PAI SD, Nur Hamid juga menyatakan keprihatinan atas model pergaulan anak-anak zaman sekarang. “Ada fenomena anak-anak kecil sudah berbuat tidak senonoh. Ini akibat kecanggihan teknologi, utamanya hp yang bisa diakses oleh anak kecil. Ini sangat memprihatinkan dan menjadi PR besar kita,” kata dia.

Catatan khusus

Untuk mengontrol pergaulan anak-anak, Abdul Hamid meminta guru PAI agar mengecek perilaku anak secara berkesinambungan. “Guru PAI hendaknya mempunyai catatan tersendiri atas perkembangan anak-anak. Adakah anak yang mempunyai masalah pergaulan atau perilakunya dalam aktivitas sehari-hari,” sarannya.

Ditambahkannya, guru PAI merupakan teladan bagi siswa. Oleh karena itu, guru PAI harus bisa memosisikan diri secara strategis di sekolah. “Guru PAI itu sumber moral dan panutan bagi siswa,” pungkasnya. — iq/bd