Guru PAI ujung tombak pengembangan bibit unggul di sekolah umum

Rembang — Selain menimba ilmu, lembaga pendidikan formal merupakan tempat di mana peserta didik mengembangkan ilmu, bakat, dan ketrampilannya. Karenanya, tenaga pendidik diminta untuk memfasilitasi dan membuka kesempatan yang selebar-lebarnya bagi siswa yang berpotensi untuk menunjukkan dan mengembangkan minat dan bakat, baik di bidang keilmuan, seni, maupun ketrampilan.

Demikian dikemukakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Rembang melalui Kepala Sub bagian Tata Usaha, Drs. H. Mohammad Ali Anshory kepada segenap pengurus KKG PAI SD dan MGMP PAI SMP dan SMA/SMK ketika rapat koordinasi, kemarin.

Hal tersebut disampaikannya menjelang pelaksanaan Lomba PAI SD, SMP, dan SMA/SMK tingkat Kabupaten Rembang beberapa waktu mendatang. Menurut Ali Anshory, guru PAI merupakan ujung tombak sekolah umum bagi peserta didik untuk mengeksplorasi potensi dan bakat/minat keagamaan di mata pelajaran PAI.

“Karena itu kami minta para guru PAI untuk mengkader para siswanya secara kontinyu. Mereka perlu kita beri wahana, arahkan, dan bimbing sedini mungkin. Karena mereka merupakan aset daerah Rembang untuk turut membawa kemajuan Kabupaten Rembang di bidang ilmu agama, ketika mengikuti ajang lomba di tingkat provinsi maupun nasional,” urainya.

Dalam pembinaan pengembangan potensi tersebut, lanjut dia, diperlukan adanya ketelatenan dan kesabaran. Sebab, dua hal tersebut akan menjadikan potensi yang kecil menjadi besar. Prestasi tersebut juga tak hanya didominasi oleh peserta didik di wilayah perkotaan. “Kadangkala siswa dari pelosok daerah, justru yang menjadi juara. Hal itu karena berkat ketekunan mereka”, sambung Ali Anshory.

Lomba PAI ini memang merupakan ajang siswa sekolah umum untuk menuangkan bakat di berbagai bidang, antara lain pidato, tilawah, kaligrafi, debat PAI, dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga meminta guru PAI untuk selalu membuat inovasi dalam pembelajaran. Guru PAI juga harus mengikuti berbagai arus informasi postif maupun negatif seiring dengan pesatnya perkembangan informasi dan fenomena-fenomena yang sedang terjadi. Hal ini juga untuk membentengi peserta didik dari pengaruh negatif akibat dari pergaulan remaja yang cenderung kian tidak terkontrol.

“Di sela-sela menyampaikan materi pelajaran, penting selalu mengarahkan peserta didik agar mengontrol diri dari pengaruh pergaulan bebas, dan selalu berpegang teguh pada ajaran agama”, pungkasnya.—Shofatus Shodiqoh