Guru PAUD Saatnya Melek Teknologi Informasi

Semarang – Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Penguasaan teknologi informasi mutlak harus dikuasasi guru dan pengelola PAUD karena sistem pelaporan data siswa, keuangan, dan pengelolaan sekolah pada umumnya, sekarang ini berbasis olah data komputer.

Hal ini dikemukakan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Guru Aisyiah Bustanul Athfal (IGABA) Provinsi Jawa Tengah, Anik Alfiah, saat membuka pelatihan pemanfaatan teknologi informasi (TI) kerja sama PW-IGABA Jateng dengan Fakultas Ilmu Pendidiikan (FIP) Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Unnes, Semarang, Kamis (17/1).

Pelatihan dilaksanakan di ruang laboratorium komputer FIP Unnes, diikuti 50 guru PAUD utusan IGABA kabupaten/kota se-Jawa tengah dan perwakilan guru Roudhotul Athfal (RA) dengan menghadirkan 3 narasumber dosen FIP Unnes, Bagus Kisworo, Yudi Siswanto, dan Mardiyono.

Dikatakan Anik, pelatihan ini diharapkan dapat mendukung tugas pokok guru dan bermanfaat pula untuk menng pengelolaan lembaga PAUD yang berkualitas. Guru PAUD mempunyai tugas pokok mengajar, namun di dalamnya juga berkewajiban membuat perangkat dan media pembelajaran yang baik.

“Dengan penguasaan teknologi informasi yang mumpuni, pembelajaran guru pasti menarik dan tidak membosankan,” kata Anik.

Ilmu yang di dapat dari pelatihan ini, tambah Anik, diharapkan dapar meningkatkan kualitas guru dan pengelola PAUD, dan sekaligus menepis anggapan salah sebagian masyarakat yang menganggap guru TK/RA hanya bisa nyanyi dan tepuk tangan belaka, namun mereka juga mumpuni dalam bidang IT.

“Terselenggaranya pelatihan microsoft office kerjasama dengan Unnes ini membuktikan, bahwa guru PAUD juga melek IT,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Laboratorium FIP Unnes, Bagus Kisworo, dalam paparannya mengatakan, kerjasama dengan PW IGABA Jateng ini akan dilaksanakan berlanjut dengan materi pelatihan yang semakin meningkat sesuai dengan analisis kebutuhan guru dan pengelola PAUD, khususnya lembaga TK dan RA.

“Kerja sama pelatihan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat Unnes. Tahap awal, materi pelatihan dititikberatkan pada pengoperasian microsoft Office untuk olah data guru dan siswa, keuangan, dan pengelolaan sekolah pada umumya,” ujar Bagus. (Amh/gt)