Guru RA dan PIAUD UIN Walisongo Gelar Ajang Kreasi Anak

Semarang – Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HMJ PIAUD) UIN Walisongo Semarang  menggelar berbagai lomba bertema Ajang Kreasi dan Seni Anak RA se-Kecamatan Ngaliyan. Kegiatan itu diikuti oleh sekitar 1.450 siswa-siswi RA, berlangsung di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo, baru-baru ini.

Ada enam lomba yang digelar pada kesempatan itu, yaitu lomba tahfidz siswa Kelompok A, lomba tahfidz siswa Kelompok B, lomba adzan siswa Kelmpok A/B, lomba mewarnai siswa Kelompok A, lomba menggambar dan mewarnai siswa Kelompok B, serta lomba menari bagi siswa Kelompok B. Hadir pada kesempatan itu pengawas RA Kantor Kemenag Kota Semarang Mafruhatun, Ketua IGRA Ngaliyan Siti Maesaroh, didampingi Ketua Panitia Ismah.

Pada kesempatan itu Juara Umum diraih oleh RA Darul Ulum. Adapun Juara I lomba menggambar dan mewarnai diraih oleh siswa RA Nurul Ulum, Juara I tahfidz Kelom A diraih oleh siswa RA Al Muna, Juara I tahfidz Kelompok B diraih oleh siswa RA Nurul Islam, Juara I adzan diraih oleh siswa RA Darul Ulum, serta Juara I menari diraih oleh tim tari RA Islamiyah Podorejo.

Pengawas RA Kantor Kemenag Kota Semarang Mafruhatun memberikan apresiasi yang tinggi kepada guru-guru RA di Kecamatan Ngaliyan yang telah sukses menggelar berbagai lomba tersebut. Lebih-lebih, lomba diselenggarakan dengan cara menjalin kerja sama dengan HMJ PIAUD UIN Walisongo Semarang.

“Ke depan, kegiatan seperti ini hendaknya terus diagandakan. Sebab, ajang kreasi anak ini bisa menjadi nilai tambah tersendiri bagi guru-guru RA dan lembaga RA secara keseluruhan. Apalagi, ini musim pendaftaran peserta didik baru, maka jelas akan sangat berdampak positif,” tandas Mafruhatun.

Ketua Panitia Ismah MPd menjelaskan, kegiatan tersebut dimaksudkan melengkapi pembelajaran reguler sehari-hari di lembaga RA masing-masing yang mencakup enam lingkup perkembangan. Selain itu, ajang kreasi tersebut juga untuk mencegah ketergantungan dan kecanduan anak terhadap handphone dan game online.

“Semoga apa yang kita lakukan ini membawa berkah dan manfaat bagi anak bangsa ke depan,” tutur Ismah. (srj/gt)