Guru RA harus miliki dan terapkan 9 karakter dalam mendidik

Kudus, Keberhasilan pendidikan sangatlah tergantung dari banyak faktor, salah satu elemen dukung dunia pendidikan adalah peran dan TUSI guru dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak didiknya. Khususnya guru Roudhatul Aflah sebagai tenaga pendidik pada level awal dan dasar. Untuk membekali guru RA yang tergabung dalam IGRA Kudus,setiap hari Selasa Minggu kedua, tiap bulannya, IGRA Kabupaten Kudus adakan pertemuan rutin antara sesama pengurus dan anggota IGRA Kudus.

Dalam pertemuan yang diadakan di Aula Lantai II Kemenag Kudus pada hari Selasa tanggal 13 Maret 2018, Ketua IGRA Kudus, Siti Alimah menyampaikan sembilan (9) karakter yang harus dimiliki dan diterapkan oleh semua guru RA, dalam mendidik anak-anak untuk menjadi generasi emas di era milinium ini, yaitu: 1. Guru harus memiliki ketulusan hati dan jiwa dalam mendidik anak.2. Guru harus berintegritas tinggi dengan selalu menjaga tindakannya dengan kebaikan hati dan kebenaran olah pikir. 3. Guru harus jujur, sikap terbuka dan apa adanya. 4. Guru harus sayang dengan anak didiknya, sehingga anak didik merasa nyaman dan memandang guru sebagai pelindung.5. Guru harus penuh perhatian, berkata dengan bahasa tubuh yang menyejukkan. 6. Guru harus sabar sehingga mampu mengendalikan emosi dengan stabil. 7.Guru harus ceria dan antusias beri semangat anak dalam belajar. 8.Guru harus miliki tanggung jawab. 9. Guru harus mengabdi dan sadari bahwa tugas mendidik adalah pengabdiannya sepanjang masa.

Sebagai ketua IGRA Kudus, beliau selalu mengajak semua guru RA untuk lakukan intropeksi diri, apakah kita sudah memenuhi dan menerapkan sembilan karakter tersebut, dan marilah kita tingkatkan pengabdian kita sebagai pendidik, pencetak generasi emas di jaman melinium ini. Karena karakter bangsa tergantung pada karakter masyarakat. karakter masyarakat tergantung pada karakter pendidikan dan karakter pendidikan tergantung pada karakter guru.

Agenda pertemuaan dilanjutkan dengan penyampaian teknik melipat dengan melipat bentuk kelinci, teknik menggambar dari bentuk lingkaran menjadi gambar orang dan peragaan lagu “kelinciku”. (Eti/bd)