Gus Baha isi HBH Keluarga Besar DWP Kemenag RI

Pengurus DWP Kemenag Kab. Boyolali mengikuti kegiatan Halal Bi Halal yang digelar oleh Keluarga besar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI pada Senin, (07/06). Acara yang diselenggarakan secara daring dan luring ini diikuti oleh seluruh anggota DWP se – Indonesia, berdasarkan laporan penyelenggara yang juga ketua DWP Kemenag RI, Ny Farichah Nizar Ali sesuai presensi yang masuk, partisipan kegiatan Halal Bi Halal pagi ini berjumlah 621, alhamdulillah respon anggota kita sangat baik.

Penasehat DWP Kemenag RI Eny Retno Yakut Kholil Quomas yang juga sebagai istri dari Menteri Agama dalam sambutannya menyampaikan ucapan Halal Bi Halal, “atas nama pribadi maupun penasehat DWP Kemenag RI kami menyampaikan permohonan Maaf yang sebesar- besarnya, selam 6 bulan bersilaturahmi dengan ibu ibu semua.” Ucap istri Menag.

Secara tegas beliau mengingatkan, bahwa salah satu program priotas Kemenag RI adalah mewujudkan Moderasi Beragama, hal tersebut didasarkan bahwa secara kultural masyarakat Indonesia terdiri dari bersuku- suku dan budaya, dan secara geografi negara kita terdiri dari kepulauan.

“ ujaran kebencian yang dibungkus secara hegemonis telah mengikis rasa saling hormat menghormati, oleh karena itu Halal bi Halal hari ini mengambil thema memperkokoh Silaturahmi dalam Kebersamaan dan Keberagaman.” Kata Penasehat DWP Kemenag

Penceramah yang dihadirkan pada HBH ini adalah KH. Ahmad Bahaudin Mursalim, atau yang biasa dipanggil Gus Baha. Mengawali ceramahnya, gus baha menceritakan suatu hari Rasulullah mengalami luka yang parah disebabkan karena sikap sahabatnya. Maka kemudian para sahabat lainnya meminta agar membalas sikap sahabatnya dengan yang sepadan. Namun Rasulullah menjawab, ‘aku tidak diciptakan Allah untuk tukang laknat dan mencaci, namun aku diciptakan Allah untuk berdakwah dengan baik dan memberi Rahmad bagi orang lain. Dari cerita itu maka, lanjut gus Baha, Allah senantiasa memandu manusia untuk selalu mudah memaafkan dan melakukan segala sesuatu selalu karena Allah. Karena hakekatnya hubungan manusia itu hanya dengan Allah bukan dengan manusia, kita menyayangi isteri, anak dan keluarga karena memang begitulah perintah Allah. Itulah makna sesungguhnya “IHLAS”, melakukan segala sesuatu hanya karena Allah, demikian pesan yang disampaikan Gus Baha dalam ceramahnya.(Zoelva/Jaim)