H. Cahyo: Gerakan Revolusi Mental Diharapkan Dapat Meningkatkan Pelayanan Publik yang Makin Baik

Wonogiri – Balai Diklat Keagamaan Semarang menyelenggarakan Pelatihan Teknis Revolusi Mental di wilayah kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri dan STABN Raden Wijaya Wonogiri, yang di selenggarakan pada 11 – 16 Oktober 2021 di aula RM. Alami Sayang Ngadirojo Wonogiri, yang di ikuti guru madrasah dan utusan STABN.

Mewakili Kepala BDK Semarang, Muhroji Arifin dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini sesuai dengan PMA PMA Nomor 19 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Pegawai pada Kementerian Agama dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap pegawai untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional yang dilandasi sikap dan kode etik pegawai sesuai dengan kebutuhan Kementerian Agama.

Pelatihan ini juga untuk menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa, memantapkan orientasi sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi kepada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat serta untuk mencetak pegawai yang berkualitas, profesional dan berintegritas serta bertanggungjawab

Sedangkan Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Cahyo Sukmana, (11/10)  mengucapkan terima kasih kepada BDK Semarang yang menyelenggarakan kegiatan di lingkungan Kankemenag Wonogiri semoga berjalan dengan lancar dan menambah wawasan bagi ASN di kota gaplek, menurutnya ferakan revolusi mental diharapkan tidak berhenti pada perubahan pola pikir dan sikap kejiwaan saja, tetapi harus diikuti dengan perubahan kebiasaan, dan pembentukan karakter yang menyatukan antara pikiran, sikap, dan tindakan sebagai suatu integritas. Implementasinya, tidak boleh dilakukan dengan pendekatan vertikal, tetapi horizontal dalam bingkai semangat meningkatkan etos kerja dan gotong-royong.

“Persoalan Revolusi Mental pada semua jajaran Aparatur Sipil Negara sangat penting  karena revolusi dapat diartika sebagai perubahan untuk membenahi karakter bangsa secara tepat dan mendasar, sehingga meningkatkan pelayanan,” jelas H. Cahyo.

Selanjutnya, Cahyo menyatakan dengan gerakan revolusi mental diharapkan seluruh aktivitas aparatur pemerintah didasari oleh nilai-nilai revolusi mental. Hal ini akan tercermin dari pelayanan publik yang makin baik, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan stabilitas nasional yang mantap sebagai modal nasional.

Ka. Kankemenag Wonogiri juga mengharapkan kepada semua peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik dan optimal, sehingga setelah mengikuti Pelatihan ini diharapkan peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan serta peningkatan motivasi kinerja staf dan Pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai ASN dan pelayan masyarakat yang profesional dan bertanggung jawab serta dapat diaplikasikan pada satuan kerja masing masing.(Mursid/Sua)