H. Muhammad Nur Kholis : Perlu Keseimbangan Antara Logika dan Logistik

Kab. Pekalongan – Di sela-sela kunjungan ke IAIN Pekalongan Guru Besar UIN Purwokerto H. Muhammad Nur Kholis Setiawan berkenan hadir di Kankemenag Kabupaten Pekalongan guna memberikan motivasi serta pencerahan terhadap ASN di lingkungan Kankemenag Kabupaten Pekalongan terkait dengan bagaimana “Strategi Pengembangan Zakat Profesi dan Penguatan Moderasi Beragama bertempat di Aula, (Kamis 20/5).

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan H. Kasiman Mahmud Desky beserta Kasubbag TU, H. Muqodam serta para Kasi dan penyelenggara. Juga hadir para Kepala Madrasah Negeri, para Ketua KKM MI/MTS/MA dan IGRA,Pokjawas, Pokjaluh serta Pokjahulu.

Dalam sambutannya H. Kasiman Mahmud Desky menyampaikan apresiasi atas kerawuhan Bapak Profesor H. Nur Kholis di sela-sela kesibukannya, tetap berkenan hadir guna memberikan motivasi dan pencerahan pada ASN di Lingkungan Kankemenag Kabupaten Pekalongan.

Kakankemenag juga menjelaskan sekilas gambaran tentang loyalitas segenap ASN dalam menunaikan pembayaran zakat profesi, baik dari penghasilan gaji, Tukin ataupun TPG, sehingga setiap tahunnya dapat terkumpul uang zakat profesi lebih kurang sebanyak 1,8 M.

Disinggungkan pula oleh Kakankemenag akan keadaan di lingkungan Kankemenag Kab. Pekalongan, khususnya terkait dengan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Pada akhir sambutannya Kakankemenag menyampaikan, “Pencerahan dari Bapak Profesor nanti untuk lebih ditekankan pada muatan moderasi beragama, dengan harapan mudahan-mudahan dengan memahami moderasi beragama secara menyeluruh, teman-teman yang hadir ini dapat menjadi Agen Perubahan di satkernya masing-masing, yang kemudian disosialisasikan kepada bawahannya.” kata Kakankemeng.

Sementara itu H. Muhammad Nur Kholis Setiawan diawal pencerahannya menyuplik apa yang telah disampaikan oleh sahabat Abdullah bin Mas’ud, mewanti-wanti pada kita, “Janganlah sekali-kali kalian bertaqlid dalam urusan agama pada seseorang, tetapi seandainya memang diperlukan untuk meneladani, maka teladanilah tokoh atau orang sudah telah tiada, alasannya karena orang-orang yang masih hidup itu tidak akan mungkin sepi dari kepentingan, tidak mungkin tidak memiliki nafsu, tidak mungkin tidak memiliki salah, tidak mungkin tidak punya keliru.  Adapun yang sudah tidak punya keliru, yang sudah tidak punya salah, yang sudah tidak punya kepentingan adalah para Aulia, para wali Allah, para kekasih Allah, itulah yang pantas untuk kita ikuti dan teladani “ kata H. Muhammad Nur Kholis dalam pemaparannya.

Lalu apa kaitannya dengan moderasi beragama dan apa pula kaitannya dengan zakat profesi ? Kalau kita kaitkan secara mudah antara zakat profesi dengan moderasi beragama, bahwa zakat profesi itu bagian dari logistik, sedangkan moderasi beragam logikanya. Logika yang luar biasa, yang kreatif dan inovatif tapi bila tidak ditunjang dengan logistik yang cukup, maka akan kurang semangat.  Sebaliknya walau logistiknya banyak, namun kurang cerdas, kurang kreatif dan inovatif maka akan mubadzir saja atau percuma. Jadi dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan keseimbangan antara logika dan logistik. (Ant/bd)