Habib: Lulus MI Ibarat Bangun Pondasi Agama

Semarang – Ibarat sebuah bangunan, lulus dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) sudah membangun pondasi pendidikan agama yang kuat bagi anak didik. Oleh karenanya pondasi yang sudah dibangun ini hendaknya diteruskan dengan bangunan berikutnya yang juga mengutamakan pendidikan agama. Sebagai orang tua, jangan segan-segan untuk mendorong dan mendukung anak-anak agar terus belajar.

Ungkapan ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Muh Habib kepada orangtua siswa MIN Sumurrejo Gunungpati Kota Semarang pada acara Haflah Akhir Sannah Tahun Pelajaran 2016/2017, Senin (22/05) di Balai Kelurahan Sumurrejo.

Kepada siswa kelas VI Kakankemenag berpesan, “Jangan lupakan almamater. Tamat MI belum berakhir untuk belajar, perjalanan masih panjang. Lanjutkan ke jenjang berikutnya, Madrasah Tsanawiyah.”

Habib memberikan apresiasi atas kerja sama yang terbangun antara orangtua siswa, komite, tokoh masyarakat, dan keluarga besar MIN Sumurrejo dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. “Tugas guru tidaklah hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan tetapi harus lebih menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia,” pesannya kepada para guru.

Hadir pada acara tersebut, Kasi Pendidikan Madrasah Azhar Wibowo, unsur pemerintahan setempat, tokoh masyarakat, pengurus komite madrasah dan orangtua siswa kelas VI. Haflah diawali dengan kirab wisudawan, Khotmil Qur’an, ujian Hidden curriculum dan prosesi wisuda. Dimeriahkan juga dengan pentas seni dan diakhiri dengan ramah tamah.

Amir Sapsono orangtua siswa kelas VI selaku ketua panitia haflah menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara atas kerjasama orangtua siswa kelas VI yang tergabung dalam Komite Madrasah dan MIN Sumurrejo. Ia mengucapkan terima kasih kepada segenap orangtua siswa atas dukungan dan kerja samanya dari awal persiapan hingga pelaksanaan akhirussanah ini.

Dalam sambutannya Kepala MIN Sumurrejo Subiyono berpesan kepada anak didiknya, “Rajinlah qira’ah, tekunlah beribadah, berakhlakul karimah dan teruslah berprestasi untuk agama dan bangsa,” pesannya.

Kepada hadirin, Kamad meyakinkan bahwa kemampuan siswa lulusan madrasahnya tidak diragukan lagi. Untuk meyakinkan kepada orangtua dan masyarakat yang hadir pada acara tersebut, Kepala Madrasah menguji materi Hidden Curriculum kepada siswanya, meliputi tahfidzul Qur’an, tahfidzul Hadis, dan tahfidzud Du’a. Turut menguji pula, Kakankemenag Kota Semarang, yang kemudian memberikan reward berupa uang pembinaan kepada Tsaqib Ahmad Faruqi yang berhasil menjawab pertanyaan sambung ayat pada Surat al-A’la dan Ulil Absor yang berhasil menghafalkan Surat ad-Dhuha dengan tartil.

Pada akhir acara, para siswa kelas VI mempersembahkan ungkapan terima kasih kepada para guru MIN Sumurrejo Kota Semarang melalui lantunan lagu Terima Kasih Guruku dan Sayonara yang membuat anak-anak bersama orangtua hanyut dalam rasa syukur dan haru.(sby-ch/gt)