Habib : Quran Sumber dan Inspirasi Kehidupan

Semarang – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan salah satu sarana untuk menggiatkan ibadah bagi kaum muslimin. Kegiatan yang berkaitan dengan musabaqah tilawah, hafalan (tahfidz) dan tafsir Alqur’an, saat ini telah berkembang dengan baik di lingkungan masyarakat, termasuk Kota Semarang. Hal ini bukanlah terbentuk secara tiba-tiba, namun telah muncul dan ikut mewarnai kehidupan beragama melewati beberapa rentang generasi. Untuk itulah dengan adanya MTQ ini diharapkan Al Qur’an dapat dijadikan sebagai sumber dan inspirasi dalam kehidupan masyarakat. Demikian ungkapan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Muh. Habib pada Pembukaan MTQ Pelajar dan Umum Tingkat Kota Semarang Tahun 2017 di halaman Balaikota Semarang, Sabtu (29/04).

Pada pembukaan event tahunan yang dihadiri sekitar 600 orang, Kakankemenag memaparkan bahwa kegiatan MTQ yang dilaksanakan dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat nasional ini terjadi melalui proses yang didukung oleh faktor sejarah, pendidikan, dan jati diri bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Menurutnya pembinaan Alqur’an yang selama ini diwadahi oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) meskipun belum maksimal cukup mampu menumbuhkan rasa cinta dan mengupas nilai luhur Al Qur’an.

“Kementerian Agama sebagai instansi pemerintah yang bertanggungjawab di bidang keagamaan, tentu sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Walikota Semarang beserta jajarannya yang telah ikut membantu kegiatan keagamaan, melaksanakan dan membiayai secara rutin melalui APBD Kota Semarang. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah Kota Semarang di bawah pimpinan Bapak Hendy dan Ibu Ita, sangat peduli terhadap kegiatan keagamaan di Kota Semarang,” kata Habib.

Pada acara pembukaan dihadiri oleh Muspida, undangan instansi terkait, Organisasi Perangkat Daerah, camat dan lurah se-Kota Semarang. Juga diikuti oleh peserta, dewan hakim, panitera serta pendamping.

Dalam sambutannya Wakil Walikota Semarang, Hevearita G. Rahayu menyampaikan harapannya agar MTQ yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Jadi Ke-470 Kota Semarang dapat membawa keberkahan bagi warga sedulur Kota Semarang. Wanita sebagai orang nomor dua di Kota Semarang ini mengapresiasi penyelenggaraan MTQ dan berharap Al Qur’an bukan hanya sebatas dibaca, namun mampu menjadi way of life, dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Ita, panggilan akrab wakil walikota berjanji akan menambahkan uang pembinaan bagi para juara yang mampu membawa nama harum Kota Semarang, baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional.

16 cabang yang dilombakan yaitu, untuk pelajar, cabang Tartil dan tilawah SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK. Sedangkan untuk kalangan umum dapat mengikuti lomba pada cabang Tilawah anak, remaja dan dewasa serta cabang Tahfidz 1 juz & Tilawah, 5 juz & Tilawah, 10 juz, 20 juz dan 30 juz. Masing-masing cabang diambil kejuaraan putra dan putri yang kesemuanya diikuti oleh 238 peserta.

Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini terbagi dalam beberapa tempat (majlis) lomba, yaitu di halaman balaikota, aula, Gedung PIP, Masjid kompleks Balaikota Al Kusuf dan aula Gedung Moch Ichsan lantai VIII. (syrf-ch/gt)